BLORA, Senin (26/10) suaraindonesia-news.com – Penyelenggaraan DWS Blora Student Championship 2026 di GOR Mustika, Kabupaten Blora, pada 23–25 Oktober 2026 menjadi momentum untuk mendorong pengembangan olahraga pelajar dan peningkatan fasilitas olahraga daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi mereka.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, mengapresiasi pelaksanaan turnamen yang digelar melalui kolaborasi dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Lanova Chandra Tirtaka, serta dukungan sejumlah sponsor.
Danang berharap kompetisi tersebut dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu wadah pembinaan atlet pelajar di Kabupaten Blora, khususnya pada cabang olahraga futsal.
“Terima kasih atas terselenggaranya DWS Blora Student Championship 2026. Ini merupakan penyelenggaraan pertama yang berawal dari inisiatif Mas Chandra bersama rekan-rekan dan dukungan seluruh sponsor,” ujar Danang, Minggu (25/10/2026).
Menurut Danang, kompetisi olahraga pelajar perlu memiliki kesinambungan agar peserta tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Asosiasi Futsal Kabupaten Blora mengenai kemungkinan menjadikan turnamen tersebut sebagai agenda tahunan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA.
“Harapannya, kompetisi ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Dengan begitu, pelajar memiliki wadah untuk berkompetisi sekaligus menunjukkan kemampuan mereka. Dari kegiatan seperti ini, potensi atlet daerah bisa mulai terpetakan untuk kemudian mendapatkan pembinaan yang lebih terarah,” katanya.
Selain mendorong keberlanjutan kompetisi, Danang juga menyoroti kondisi sarana olahraga di GOR Mustika. Menurutnya, gedung tersebut memiliki potensi untuk digunakan dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga, tetapi kondisi fasilitas perlu diperhatikan agar dapat menunjang kebutuhan atlet dan pelaksanaan pertandingan.
Salah satu hal yang disorot ialah material lantai lapangan yang saat ini menggunakan kayu. Danang menyampaikan usulan agar material tersebut dipertimbangkan untuk diganti dengan lantai interlock, dengan memperhatikan kebutuhan cabang olahraga, standar teknis, keselamatan atlet, dan anggaran yang tersedia.
“GOR Mustika Kabupaten Blora ini sangat cocok untuk berbagai event, terutama olahraga. Saya lihat lantainya kayu, seharusnya interlock. Ke depan, ini menjadi bagian diskusi teman-teman,” tegas Danang.
Ia mengatakan akan menyuarakan kebutuhan peningkatan fasilitas tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Blora. Selain itu, ia membuka peluang untuk mengupayakan dukungan melalui program pemerintah pusat sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, rencana peningkatan fasilitas GOR Mustika masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk kajian teknis, penentuan kebutuhan prioritas, perencanaan anggaran, dan koordinasi dengan pihak yang berwenang mengelola fasilitas tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Lanova Chandra Tirtaka, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga yang dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan.
Menurut Chandra, kompetisi olahraga yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pelajar dalam kegiatan positif sekaligus mendorong tumbuhnya minat terhadap olahraga.
“Kami akan terus mengadakan berbagai event olahraga yang lebih meriah. Kami sangat mendukung olahraga dan siap berkolaborasi untuk mencetak atlet-atlet di Kabupaten Blora,” kata Chandra.
Dukungan terhadap kegiatan olahraga pelajar, lanjutnya, perlu diikuti dengan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari penyelenggara kompetisi, organisasi olahraga, pemerintah daerah, sekolah, hingga pihak swasta. Kerja sama tersebut diperlukan agar kegiatan tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen, tetapi dapat berlanjut pada pembinaan atlet.
DWS Blora Student Championship 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober, menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan pelajar dalam kompetisi olahraga. Melalui penyelenggaraan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman bertanding sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka.
Di sisi lain, pembinaan atlet muda membutuhkan proses berkelanjutan, antara lain melalui latihan terstruktur, pendampingan pelatih, kompetisi berkala, serta fasilitas latihan yang memadai. Identifikasi bakat juga perlu disertai evaluasi agar atlet yang memiliki potensi dapat memperoleh pembinaan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Peningkatan sarana olahraga pun perlu direncanakan berdasarkan kebutuhan teknis dan keselamatan pengguna. Pemilihan material lantai, misalnya, perlu disesuaikan dengan jenis olahraga yang dimainkan, standar pertandingan yang digunakan, serta kemampuan pengelola dalam melakukan perawatan fasilitas.
Melalui penyelenggaraan kompetisi secara rutin dan pembenahan sarana olahraga, diharapkan GOR Mustika dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan olahraga di Kabupaten Blora. Namun, realisasi perbaikan fasilitas tersebut tetap bergantung pada hasil kajian, keputusan pihak berwenang, serta ketersediaan anggaran.
Sinergi antara DPR RI, DPRD Kabupaten Blora, pemerintah daerah, organisasi olahraga, sekolah, dan pihak swasta diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan atlet muda. Dengan dukungan yang terencana dan berkesinambungan, pelajar Blora diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat daerah maupun jenjang kompetisi yang lebih tinggi.












