Ada Gerimis Di Hari Anak Nasional

oleh -39 views
Seorang siswa yang endapatkanjatah susu dari Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Lumajang, melalui TK Dharma Wanita Grati 01 Kecamatan Sumbersuko.

LUMAJANG, Kamis (23/7/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2020 di masa pandemi Covid-19, TK Dharma Wanita Grati 01 Kecamatan Sumbersuko, bagikan susu kepada siswa siswi nya, kemarin.

Menurut Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Grati 01 Kecamatan Sumbersuko, Rini Rosita Hidayah, SPd, kepada media ini mengatakan kalau ini merupakan salah satu program Gerakan Minum Susu (Gerimis) Kabupaten Lumajang.

“Gerimis ini merupakan kerjasama lembaga pendidikan antara Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Lumajang,” katanya.

Dikatakan Rini, bahwa pada pandemi Covid-19 ini, pembagian Susu, Telor dan Snack Gizi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Protokol kesehatan juga diterapkan dalam pembagiannya yang didampingi oleh wali murid masing-masing anak didik.

“Kami menyediakan puluhan susu kotak untuk anak-anak, telor ayam 2 biji dan daging, karena ketiga komponen tersebut merupakan asupan makanan penting yang mengandung banyak zat gizi,” tutur Rini.

Menurutnya, Gerimis ini dapat memberikan informasi mengenai pentingnya minum susu agar menjadi sehat, kuat, dan cerdas. Selain itu memberikan pengetahuan kepada anak-anak bahwa susu mengandung vitamin dan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

“Tidak hanya anak-anak yang diuntungkan dengan minum susu, namun peternak juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Hari Anak Nasional 2020 ini, dikatakan Kepala UPT Diperta Kabupaten Lumajang Kecamatan Sumbersuko, drh Dono A, kalau mengambil tema yang dipilih adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Tema ini disesuaikan dengan pandemi Covid-19.

“Dimana anak puluhan juta anak Indonesia membutuhkan perlindungan,” ungkapnya.

Dan di Hari Anak Nasional ini, drh Dono, juga mengajak anak-anak untuk memberikan semangat bagi anak-anak pada masa pandemi Covid-19, saat ini. Peringatan Hari Anak Nasional, yang jatuh setiap tanggal 23 Juli ini, kata drh Dono, bisa dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak.

“Hal itu penting agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan demikian, bisa mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak,” bebernya.

Upaya ini diharapkan bisa menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air di masa Pandemi Covid-19.

Peringatan HAN di masa pandemi Covid-19 ini adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa Indonesia, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Melalui kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, serta memastikan segala hal yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan 79,55 juta anak Indonesia secara optimal (ProfilAnak Indonesia 2019), dikutip tribunenews.com.

Tujuan umum, peringatan ini adalah sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, kata drh Dono, ada juga tujuan khusus, diantaranya memberikan pemahaman bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan karenanya, anak harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dengan demikian upaya pembinaan anak perlu pula diarahkan untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran akan hak, kewajiban dan tanggung jawab kepada orang tua, masyarakat, bangsa dan Negara,” tambahnya.

Dan ini juga bisa mendorong pemerintah, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan dan media massa menjadi leading sector untuk melakukan kerjakerja aktif yang berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak dengan cara melakukan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di sektor masing-masing.

“Secara nasional dapat mendorong terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, dan dapat menurunkan angka kekerasan terhadap anak. Meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan serta memastikan anak-anak tetap dirumah dan bergembira selama masa pandemi Covid-19,” tambahnya.

Dari data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) KemenPPPA menyebutkan pada Tahun 2019 terdapat 19.626 kasus kekerasan terhadap anak, sedikit lebih rendah dibandingkan Tahun 2018 yaitu sebanyak 21.374 kasus. Bila dilihat dari jumlah korban kekerasan terhadap anak tahun 2019 jumlah korban sebanyak 11.370 anak menurun dibandingkan Tahun 2018 sebesar 12.395.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *