ACEH TIMUR, Senin (28/09) suaraindonesia-news.com – Muzakarah Ulama Aceh ke-15 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H berlangsung di Kompleks Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cekdoi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Pimpinan Dayah Bustanul Huda, Tgk. H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, tersebut dihadiri sekitar 2.500 jamaah dan santri. Sejumlah ulama dari berbagai daerah di Aceh, pejabat daerah, serta tokoh masyarakat turut hadir.
Muzakarah menjadi forum pertemuan ulama dari berbagai wilayah untuk membahas tujuh persoalan keagamaan, yakni tauhid, wakaf, zakat, tasawuf, faraidh, haji, serta jual beli.
Pembahasan dipandu Tgk. H. Abdul Manan atau Abu Blang Jruen. Hasil pembahasan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah atau Dek Fadh, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau Ayahwa, Wakil Bupati Aceh Timur Teuku Zainal Abidin, Anggota DPD RI Azhari Cage, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, perwakilan Forkopimda Aceh Timur, serta sejumlah ulama kharismatik se-Aceh.
Di tengah kehadiran sejumlah pejabat tersebut, ketidakhadiran Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menjadi perhatian sebagian masyarakat.
Dalam informasi yang beredar, terdapat warga yang mengaitkan ketidakhadiran tersebut dengan dinamika politik pasca-Pilkada 2024. Namun, kaitan tersebut merupakan tanggapan atau persepsi masyarakat dan belum dapat dipastikan sebagai alasan ketidakhadiran Bupati.
Melalui unggahan di akun TikTok miliknya, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky memberikan penjelasan.
“Bukan kami tidak hadir, tetapi tidak ada undangan. Insya Allah jika ada undangan, pasti kami hadir seperti Muzakarah di Dayah Abu Keude.”
Pernyataan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial.
Salah satu akun, Mujajir Aji, mempertanyakan alasan ketidakhadiran Bupati Aceh Timur dan mengaitkannya dengan kemungkinan persoalan politik masa lalu. Dalam komentarnya, ia juga menyampaikan pandangan agar pemimpin tetap menjaga silaturahmi dan tidak membawa persoalan politik sebelumnya ke dalam hubungan kemasyarakatan.
Sementara itu, akun Om Jose Store memberikan komentar singkat yang berisi dukungan kepada Iskandar Usman Al-Farlaky.
Beragam tanggapan tersebut menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap hubungan antara pejabat daerah dan tokoh ulama, khususnya dalam kegiatan keagamaan yang melibatkan ribuan jamaah.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang mengenai persoalan undangan tersebut, suaraindonesia-news.com telah mencoba menghubungi Ketua Panitia Muzakarah Ulama Aceh ke-15, Tgk. Muhammad (Abiya), untuk mengonfirmasi apakah pihak panitia telah mengundang Bupati Aceh Timur atau tidak.
Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum berhasil dihubungi.
Dengan demikian, informasi mengenai ada atau tidaknya undangan kepada Bupati Aceh Timur masih menunggu konfirmasi dari pihak panitia. Suaraindonesia-news.com membuka ruang bagi pihak panitia maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan atau hak jawab atas informasi tersebut.











