ACEH UTARA, Selasa (9/6) suaraindonesia-news.com – Lembaga sosial Aceh Future meminta Pemerintah Aceh segera menyalurkan bantuan kitab kuning bagi santri dayah menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 1 Muharam 1448 Hijriah atau 2026 Masehi.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Aceh Future, Razali Yusuf, yang menilai bantuan kitab perlu disalurkan sebelum para santri kembali aktif belajar di dayah. Menurutnya, kebutuhan kitab kuning menjadi sangat penting karena sebagian santri harus mengganti kitab lama untuk jenjang pembelajaran berikutnya.
Razali mengatakan, kondisi tersebut semakin berat bagi sebagian santri yang terdampak bencana banjir. Sejumlah kitab yang digunakan untuk belajar mengaji dilaporkan hilang atau rusak akibat terbawa arus banjir, sehingga berpotensi menghambat proses pendidikan mereka.
“Kami berharap Pemerintah Aceh segera menyalurkan bantuan kitab untuk dayah-dayah. Dalam waktu sekitar sepekan lagi para santri di berbagai dayah di Aceh akan memasuki masa pergantian kitab. Jika bantuan disalurkan setelah 1 Muharam, umumnya para santri sudah terlanjur membeli kitab, bahkan ada yang harus berutang,” ujar Razali Yusuf.
Ia berharap para pemangku kebijakan dapat menyesuaikan pelaksanaan program bantuan dengan waktu kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan para santri.
“Kami berharap ketika mengalokasikan program, waktunya disesuaikan dengan kebutuhan anak bangsa. Jangan sampai ada hal-hal yang menyebabkan program yang dibutuhkan masyarakat menjadi terhambat,” katanya.
Razali menyebut sebagian besar santri yang menempuh pendidikan di dayah berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim dan yatim piatu.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman Aceh Future sejak 2014 hingga 2025, masih banyak santri yang mengalami kesulitan untuk membeli kitab kuning yang dibutuhkan dalam proses belajar.
Karena itu, pihaknya secara rutin melakukan penggalangan dana untuk membantu pengadaan kitab bagi santri yang berisiko tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.
“Setiap tahun kami membantu sekitar 400 santri di berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Dana yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp300 juta. Kitab-kitab tersebut biasanya kami salurkan sekitar 10 hari sebelum 1 Muharam,” ungkapnya.
Melalui pernyataan tersebut, Aceh Future kembali meminta Pemerintah Aceh agar penyaluran bantuan kitab bagi santri dayah dapat dilakukan sebelum masa pergantian kitab dimulai, sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima.
Reporter: Masri
Editor: Qonita
Publisher: Eka






