PAMEKASAN, Selasa (06/10) suaraindonesia-news.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi langkah Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Emil saat melakukan kunjungan kerja di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Senin (5/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Emil menyoroti kebijakan Bupati Pamekasan yang menerbitkan Surat Edaran mengenai masa cut-off transisi Universal Health Coverage (UHC). Menurut Emil, kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar tidak terkendala biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saya mengapresiasi surat edaran Bupati untuk masa cut-off transisi UHC bagi masyarakat yang kondisi ekonominya membutuhkan, agar jangan sampai terkendala biaya di rumah sakit karena administrasinya dengan BPJS. Ini sejalan dengan kebijakan UHC yang diterapkan di RSUD Mohammad Noer,” ujar Emil.
Selain layanan UHC, Emil juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menyiapkan layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD Smart Pamekasan.
Menurutnya, penambahan alat hemodialisis dari sembilan menjadi 19 unit merupakan bagian dari upaya mengurangi antrean pasien gagal ginjal yang disebut saat ini mencapai 112 pasien.
“Terkait alat cuci darah yang disiapkan Bupati di RSUD Smart agar bisa segera dioperasionalkan dengan mempercepat komunikasi dengan BPJS Kesehatan, ini langkah luar biasa,” tegasnya.
Emil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendukung proses agar 10 alat baru tersebut dapat segera dioperasikan. Berdasarkan informasi yang disampaikannya, alat tersebut telah terpasang dan selanjutnya menunggu proses credentialing pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Setelah proses tersebut, masih terdapat tahapan perizinan dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan BPJS Kesehatan. Operasional layanan ditargetkan mulai 1 Desember 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Emil juga memberikan penjelasan terkait kasus seorang balita di Pamekasan yang meninggal dunia. Ia menyampaikan bahwa balita tersebut telah mendapatkan penanganan di RSUD Mohammad Noer tanpa pembatasan pelayanan.
Emil menuturkan, kunjungan kerja yang semula direncanakan sebagai silaturahmi setelah ziarah ke makam mantan Gubernur Jawa Timur Raden Panji Mohammad Noer dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, berkembang menjadi forum diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Menurutnya, Bupati Pamekasan memberikan kesempatan untuk berdialog dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Prinsip kami, sebelum turun ke mana-mana, harus tanya dulu sama yang punya wilayah. Warga panjenengan, warga saya juga. Ini programnya Pak Bupati juga, jadi harus bahu-membahu,” katanya.
Selain persoalan layanan kesehatan, Emil juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bupati Pamekasan dalam penanganan data desil Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Ia menyatakan, apabila data desil 1 sampai 5 dinilai tidak sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan, maka diperlukan pengecekan kembali melalui kepala desa.
Menurut Emil, langkah tersebut penting agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan, termasuk melalui Puskesmas, RSUD Waru, RSUD Smart, dan RSUD Mohammad Noer.
“Jangan menunggu sakit baru tahu KIS-nya tidak aktif karena desilnya berubah,” pungkasnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membahas sejumlah persoalan pelayanan publik, khususnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat.












