exodus
BeritaNewsSosial Budaya

Menuju HUT ke-81 RI, LPA Deli Serdang Ajak Panitia Kurasi Lomba Anak agar Tetap Edukatif

×

Menuju HUT ke-81 RI, LPA Deli Serdang Ajak Panitia Kurasi Lomba Anak agar Tetap Edukatif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260811 125913
Foto: Junaidi Malik Ketua LPA Deli Serdang. (Foto: M. Habil Syah/SI).

DELI SERDANG, Selasa (11/08) suaraindonesia-news.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang mengajak panitia di tingkat desa, kecamatan, sekolah, serta organisasi kepemudaan untuk melakukan kurasi terhadap konsep lomba dan hiburan yang melibatkan anak.

Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan semestinya menjadi ruang yang aman, menyenangkan, sekaligus memberikan nilai edukasi bagi anak.

“Kami mendukung penuh semangat 17 Agustus. Tapi mari pastikan anak-anak ikut merayakan dengan cara yang sesuai usia mereka. Jangan sampai demi hiburan, kita justru menampilkan materi yang belum layak untuk anak,” ujar Junaidi, Selasa (11/8/2026).

Menurut LPA, pihaknya tidak melarang jenis lomba tertentu. Hal yang menjadi perhatian adalah kelayakan materi, kostum, serta cara penyajian ketika anak menjadi peserta maupun penonton.

Sejumlah hal yang dinilai perlu menjadi perhatian panitia antara lain lomba dengan materi vulgar, parodi yang menampilkan gestur tidak pantas, adegan romantis, hingga menjadikan atribut pribadi sebagai bahan olok-olok di hadapan anak.

“Anak adalah peniru ulung. Apa yang ia lihat dan dengar hari ini akan membentuk cara berpikirnya esok. Karena itu ruang tumbuh kembangnya harus kita jaga bersama,” jelas Junaidi.

Junaidi juga menegaskan bahwa LPA menolak segala bentuk kekerasan, penghinaan, maupun diskriminasi dalam kegiatan perayaan kemerdekaan.

“Prinsip kami jelas. Menghormati setiap orang adalah mutlak. Sekaligus, melindungi anak adalah tanggung jawab kolektif,” katanya.

Agar perayaan HUT Kemerdekaan tetap berlangsung meriah sekaligus memberikan dampak positif bagi anak, LPA mendorong panitia memilih kegiatan yang dapat mengasah karakter dan wawasan kebangsaan.

Beberapa kegiatan yang dapat dipertimbangkan, di antaranya:

1. Permainan tradisional, seperti balap karung, tarik tambang, gobak sodor, dan egrang.

2. Lomba wawasan, seperti cerdas cermat kebangsaan, hafalan Pancasila, dan baca puisi kemerdekaan.

3. Seni dan kreativitas, berupa storytelling kepahlawanan, menggambar, mewarnai, serta pentas seni budaya daerah.

4. Aksi sosial, seperti gotong royong dan lomba kebersihan lingkungan.

5. Lomba keluarga, dengan konsep edukatif sekaligus mempererat hubungan orang tua dan anak.

“Bayangkan anak-anak pulang dari lomba 17-an dengan membawa cerita pahlawan, lagu daerah, dan semangat gotong royong. Itulah kemerdekaan yang kita inginkan,” ucap Junaidi.

LPA Deli Serdang juga mengajak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kepala desa, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua untuk bersama-sama menyusun panduan sederhana mengenai kegiatan peringatan 17 Agustus yang ramah anak.

Menurut Junaidi, langkah tersebut penting agar kegiatan kemerdekaan tetap dapat menghadirkan suasana kegembiraan tanpa mengabaikan aspek perlindungan dan pendidikan bagi anak.

“Rayakan kemerdekaan dengan tawa. Rayakan dengan ilmu. Rayakan dengan nilai. Jangan jadikan anak sebagai objek hiburan orang dewasa,” pungkas Junaidi.