Warga Terdampak Covid-19, Pemkot Batu Siapkan Dana Rp 500 Ribu Per KK

oleh -311 views
Punjul Santoso, Wakil walikota Batu.

KOTA BATU, Minggu (5/4/2020) suaraindonesia-news.com – Warga Kota Batu, Jawa Timur yang terdampak pembatasan aktivitas saat pandemi Virus corona (covid-19) akan mendapat bantuan dari Pemerintah kota Batu sebesar Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK).

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Batu Punjul Santoso melalui WhatsApp (WA) ke group Forum Warga kota Batu, Minggu (5/4/2020).

Selain itu memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, Punjul juga menyampaikan dalam upaya menangani Covid-19 (Virus Corona) Pemerintah kota (Pemkot) Batu juga telah menyiapkan anggaran Rp 59,5 Miliar. Ada 3 sektor utama yang menjadi prioritas utama yaitu : Kebutuhan Kesehatan selama 3 bulan, bidang Ekonomi dan jaring pengaman sosial.

“Anggaran sebesar itu adalah dalam rangka mengatasi masalah Covid-19 ada 3 sektor utama yang menjadi prioritas utama yaitu : Kebutuhan Kesehatan selama 3 bulan Rp. 13 M,” kata Punjul Santoso yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Batu.

Anggaran Rp 13 miliar, lanjut Punjul akan dilakukan pengadaan pembelian Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitizer, desinfektan, rapid test, obat-obatan, insentif tenaga medis dan tenaga pendukung, biaya shelter karantina, tempat istirahat medis, biaya pengobatan rumah sakit.

“Perioritas kedua adalah Bidang Ekonomi, berupa pembebasan pajak hiburan dan hotel, pembebasan retribusi pasar, discount tarif PDAM,” ucap Punjul.

Sementara untuk pembebasan sewa bedak di tempat obyek wisata, kata Punjul sedang dikaji termasuk pembebasan retribusi kebersihan serta PBB untuk sektor pertanian.

Berikutnya, kata Politisi PDIP ini yang ketiga adalah Jaring Pengaman Sosial / Social Safety Net tahap awal disiapkan hampir 45 M untuk 3 bulan ke depan dan akan disiapkan sampai 6 bulan.

“Digunakan bantuan bagi 30 Ribu KK atau hampir 43,5 % jumlah KK di Kota Batu bagi sektor informal dan warga masyarakat yang terdampak Covid-19 yaitu para buruh tani/penggarap, pekerja yg dirumahkan, pekerja harian, PKL/UMKM, tukang ojek dan sopir angkut, pengelola kantin sekolah, pramuwisata/guide/pokdarwis dan masyarakat kurang mampu yg diluar data DTKS.

“Saat ini data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah masuk tinggal ferivikasi ulang dari Desa/Kelurahan,” jelasnya.

Selain itu Pemkot Batu juga menganggarkan Bidang Keamanan yang telah disiapkan hampir Rp.1,5 M untuk Operasional penanggulangan Covid-19 BPBD kota Batu, Operasi Cipta Kondisi Kantramtibmas, Physical Distancing, Operasi Gabungan pengecekan warga luar yang masuk kota Batu di 2 pintu masuk kota Batu, pengawasan warga pendatang baru di Desa/Kelurahan.

Ia juga menjelaskan Dana sebesar Rp 59,5 Miliar bersumber dari dari Refocussing dan Realokasi anggaran yag berasal dari pengalihan belanja perjalanan dinas, makan minum rapat, kegiatan pelatihan, bimtek, pameran, sosialisasi.

Dan juga kegiatan yang mrngumpulkan orang banyak, pengadaan pakaian dinas , pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor, pengadaan kendaraan, belanja barang dan jasa serta belanja modal yang dinilai kurang mendesak dan bisa ditunda.

Terkait Bantuan pemkot Batu kepada warga kota Batu Yang terdampak Didik Mahmud Anggota DPRD kota Batu dari Fraksi Golkar, menyayangkan jika harus menggunakan buku rekening karena dinilai masih ribet.

“Tapi kalau memberikan bantuan jumlahnya hanya sekali Rp 500 ribu kemudian memakai bank Jatim. ini bagaimana. kalo saja per Desa misalnya 500 org berarti harus siapkan 8000 hingga 9000 buku rekening,” kata Didik.

Menurutnya, mestinya sebelum diputuskan harus ada evaluasi karena Desa kesulitan dan harus dipahami tidak semua warga punya buku rek bank jatim.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *