Wakil Walikota Bogor Rencana Usulkan Sekolah Langganan Tawuran di Black List Ikuti PMDK dan SBMPTN

Ilustrasi

BOGOR, Jumat (9/8/2019) suaraindonesia-news.com – Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim geram atas perilaku sekolah yang selalu melakukan tawuran di wilayah Kota Bogor.

Seharusnya pihak sekolah memprioritaskan kegiatan yang memiliki bobot dalam peningkatan potensi, kompetensi dan integritas siswa. Mendorong kegiatan yang menitikberatkan pada kemampuan berkompetisi secara sehat dan meraih prestasi demikian dikatakan Waki Walilota Bogor Dedie A Rachim kepada suaraindonesia-news.com melalui WhatsApp, Kamis (08/08) malam.

Ditambahkan Dedie, jika masih terus terjadi tawuran antar sekolah diwilayahnya, Pemerintah Kota Bogor rencananya akan mengusulkan sekolah langganan untuk di black list mengikuti PMDK dan SBMPTN.

“Untuk sekolah langganan tawuran kita usulkan untuk di black list mengikuti PMDK dan SBMPTN,” ungkapnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Aang Karyana saat diminta keterangannya melalui WhatsApp menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah memanggil orangtua anak yang melakukan tawuran untuk berperan aktif dan selalu mengawasi terutama di jam jam pulang sekolah.

“Pihak sekolah sudah memanggil orangtua masing masing anak yang terlibat untuk berperan aktif selalu mengawasi terutama di jam jam pulang sekolah itu,” tururnya.

Sebelumnya musuh bebuyatan SMAN 7 dan SMAN 6 Kota Bogor kembali pecah dijalanan. Pelaku tawuran pelajar itu dipergoki anggota satgas pelajar Kota Bogor.

Menurut anggota Satuan Tugas (Satgas) pelajar, Bayu Saputra menuturkan Aeprti yang dikutip dari Kompas.com, perkelahian antarpelajar itu sempat pecah dua kali di lokasi berbeda.

Tawuran pertama terjadi di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Setelah dibubarkan, tawuran kembali berlanjut di depan SMP Negeri 8 Kota

Tawuran antar dua kelompok pelajar dari SMAN 6 dengan SMAN 7 terjadi di Jalan Kolonel Enjo Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (06/08).

Dikatakan Bayu, dari pengakuan beberapa pelajar yang telah diamankan, pemicu tawuran antar dua kelompok pelajar SMAN tersebut diduga rebutan perempuan.

Pada peristiwa itu, lima orang pelajar dari sekolah tersebut diamankan oleh anggota Satgas Pelajar Kota Bogor.

“Mereka bergerombolan pakai motor. Terus datang lagi anak-anak yang lain dari masing-masing sekolah saling membela teman-temannya,” kata Bayu, di lokasi.

Selain itu, kata Bayu, senjata tajam juga ditemukan di dalam bagasi motor di salah satu kendaraan pelajar.

“Saya tangkap, terus saya amanin. Pas diperiksa ada yang bawa senjata tajam di bagasi motor. Kita data terus panggil guru dari masing-masing sekolah tersebut,” ungkap Bayu.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here