BOGOR, Jumat (24/04) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendorong para santri untuk mengambil peran lebih luas di berbagai sektor strategis nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Nusron saat memberikan motivasi kepada para santri Pondok Pesantren Al-Bahjah dalam kegiatan Pendampingan Santri Kelas XII SMAIQU Al-Bahjah di Bogor.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peran santri di masa depan tidak lagi terbatas pada ranah keagamaan atau menjadi ulama semata, tetapi juga harus mampu menjadi pelaksana kebijakan di berbagai bidang strategis nasional.
Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi hikmatal hukama, yakni kader pelaksana kebijakan yang mampu memberikan solusi bijak di berbagai lini kehidupan.
Beberapa sektor penting yang dinilai membutuhkan kontribusi santri antara lain ketahanan pangan, kedaulatan energi, kesehatan, dan pendidikan.
Lebih lanjut, Nusron menekankan bahwa kunci utama untuk memperkuat daya saing bangsa di tingkat global adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Penguasaan bidang STEM menjadi kunci dalam memperkuat daya saing dan masa depan Indonesia,” ujar Nusron Wahid di hadapan para santri.
Ia berharap, melalui penguasaan teknologi yang dibarengi dengan fondasi akhlak yang kuat, para santri dapat berkontribusi besar dalam membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Menurut Nusron, perpaduan antara kompetensi akademik dan nilai moral menjadi modal penting agar generasi santri mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa di masa mendatang.












