Toko Modern Tanah Merah Menjamur, Diduga Langgar Perda

BANGKALAN, Sabtu (20/07/2019) suaraindonesia-news.com – Maraknya pertumbuhan pasar modern dikecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura yang dinilai timpang dengan pemberdayaan toko tradisional melahirkan kecurigaan masyarakat khususnya kalangan mahasiswa yang berasal dari Kecamatan setempat.

 

Beberapa mahasiswa yang menyebutkan dirinya Amatar (Asosiasi Mahasiswa Tanah Merah) mengaku curiga pada proses ijin yang dikantongi oleh pihak pengusaha, pasalnya saat dibandingkan dengan poin-poin dalam perda Kabupaten Bangkalan terdapat beberapa kejanggalan.

Beberapa kejanggalan tersebut menurut Sofi salah satu anggota Amatar, diantaranya yakni jarak keberadaan antara toko modern dan tradisional sangat berdekatan serta jam bukanya berbarengan, padahal menurut Sofi dalam perda sudah jelas diatur minimal berjarak 3 km.

Dari hal tersebut salah satu mahasiswa UTM Fak Hukum itu menaruh curiga bahwa dalam pengurusan ijin oleh pihak pengusaha banyak hal yang terlewatkan atau belum dilengkapi, serta Sofi juga merasa heran atas dikeluarkannya ijin tersebut oleh pemda Bangkalan.

Namun demikian, menurut Sofi jika dalam prosesnya ternyata ada oknum ASN Kabupaten Bangkalan dalam hal ini Dinas Perijinan yang bermain maka pihaknya tidak akan segan untuk mengawal penegakan hukum yang berlaku.

“Peraturan Pemerintah Nomor 48 Th 2016 Tentang tatacara pengenaan sangsi pada pejabat pemerintah. Jika pejabat pemerintah menyalahgunakan wewenang dan melanggar ketentuan yang menimbulkan kerugian negara, maka akan dijatuhi sangsi dari yang sifatnya ringan berupa teguran lisan sampai yang paling berat berupa pemberhentian tetap tanpa memperolehan hak serta dipublikasikan di media massa dan jika yang melakukan pelanggaran merupakan pejabat daerah maka yang memberikan sangsi ialah kepala daerah (Bupati, Red),” papar Sofi.

Terpisah Bair Rajab Wakil Ketua Amatar menuding pihak DPMPTSP setempat tak beres. Buktinya, kata Bair data yang diberikan tidak sesuai dengan hasil pantauannya di lapangan.

“Data yang dikasih dari DPMPTSP, ada enam toko Indomart dan satu Alfamart. Tapi dari enam Indomart ini ada satu Indomart yang beralamatkan Jl. Raya Dlemer, Desa Dlemer sedangkan desa tersebut tidak ada di Kecamatan Tanah Merah. Desa Dlemer itu Kecamatan Kwanyar,” terang Bair, sapaan akrabnya.

Bair yang berasal dari Kecamatan setempat juga mengaku geram karena data yang diminta malah berisi alamat dan nama Desa yang tidak ada dikecamatannya.

“Kami asli Tanah Merah, jadi tahu semua desa-desa di Kecamatan Tanah Merah. Jadi kami menduga ada permainan dari pihak DPMPTSP, karena datanya yang diberikan tidak jelas,” tuding Bair seperti yang dilansir pada koran madura edisi Sabtu (20/07).

Sementar itu, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Bangkalan Eryadi Santoso menyampaikan, pihaknya sangat berterimakasih kepada AMATAR atas peringatannya melalui audiensi tersebut.

“Kami masih baru disini, tapi kami sangat berterimakasih kepada teman-teman AMATAR sudah mengingatkan kami, dan kami akan lebih hati-hati dan lebih selektif dalam memberikan izin pendirian toko-toko modern kedepannya,” katanya.

Menanggapi isi Perda Bangkalan Nomor 05 Tahun 2016 tersebut Erik sapaan akrabnya mengatakan, Perda tersebut maknanya masih umum, sehingga masih memunculkan beberapa penafsiran.

“Dalam Perda tersebut redaksinya masih memiliki penafsiran yang belum jelas juga, sebab di dalam Perda itu juga dijelaskan bahwa boleh mendirikan toko modern kurang dari radius 3 kilomiter dengan syarat waktu buka dan barang yang dijual berbeda. Sehingga masih rancu,” dalihnya.

Ia mengaku, pihaknya akan mengkaji ulang perda Bangkalan terkait perizinan tersebut.

“Kami akan mengkaji lagi perda itu agar kami tidak salah memberikan izin dan masyarakat juga sejahtera, khususnya masyarakat Tanah Merah,” tandasnya.

Reporter: Anam
Editor : Amin
Publisher : Mariska


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here