BeritaNewsPemerintahan

Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AKB Balikpapan Gandeng PWI Edukasi Masyarakat Lewat Media

29
×

Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AKB Balikpapan Gandeng PWI Edukasi Masyarakat Lewat Media

Sebarkan artikel ini
IMG 20260428 135618
Foto bersama DP3AKB Balikpapan dan puluhan wartawan dalam acara sosialisasi pencegahan KTPA yang digelar di Aula Kelurahan Telaga Sari, Kota Balikpapan, Selasa, (28/4).

BALIKPAPAN, Selasa (28/4) suaraindonesia-news.com – Tantangan dalam memberantas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Balikpapan kini memasuki babak baru.

Menyadari pentingnya kekuatan informasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan resmi menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan dalam sebuah kolaborasi strategis lintas sektor.

Sinergi ini diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) yang digelar di Aula Kelurahan Telaga Sari, Selasa (28/4).

Acara ini dihadiri puluhan wartawan yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengedukasi publik.

Plt Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan. Ia menyebutkan adanya kecenderungan peningkatan kasus kekerasan di Balikpapan, di mana korban didominasi oleh perempuan dan anak-anak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Upaya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) adalah langkah awal yang krusial. Di sinilah peran media sangat vital sebagai mitra strategis untuk membentuk persepsi positif dan memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat,” ujar Nursyamsiarni saat membuka acara.

Ia menambahkan, kegiatan yang didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PPPA ini merupakan kelanjutan dari berbagai evaluasi kinerja tahun 2025, termasuk hasil RDP bersama DPRD dan penguatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan formal. Sekretaris PWI Kota Balikpapan, Muhammad Maulana, menegaskan komitmen insan pers dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak. Menurutnya, pemberitaan yang berperspektif perlindungan korban sangat dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman.

“Sinergi ini adalah bentuk nyata dukungan media agar Balikpapan tidak hanya meraih penghargaan, tapi benar-benar menjadi tempat yang aman dan ramah bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, Balikpapan baru saja meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada tahun 2025 dengan skor tinggi 891. Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota mematok target ambisius untuk naik kelas ke kategori Paripurna.

Fokus utama akan diarahkan pada pemenuhan hak anak secara menyeluruh, penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), serta penguatan sistem keamanan kota.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim Musliadi Mustafa dan wartawan senior PWI Herry Trunajaya, yang memberikan pembekalan teknis mengenai pola komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, pemerintah, dan media dalam menangani isu kekerasan.

Melalui langkah ini, diharapkan angka kekerasan di Balikpapan dapat ditekan secara signifikan melalui pemberitaan yang edukatif dan pengawasan sosial yang lebih ketat dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan