Terapkan Kebijakan Ramah HAM, Bupati Jember Diundang PBB

Bupati Jember, Faida menghadiri undangan forum PBB di Jenewa. (Foto: Humas Pemkab Jember)

JENEWA, Senin (17/6/2019) suaraindonesia-news.com – Bupati Jember dr. Faida menjadi satu-satunya bupati perwakilan dari Indonesia yang diundang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (17/6/2019). Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi alasan utama PBB mengundang bupati perempuan pertama di Jember ini.

Di hadapan Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Kate Glimore juga para undangan lainnya, Bupati Faida memaparkan berbagai kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dalam pemenuhan HAM.

“Pada perda nomer 02 tahun 2018, kami mengharuskan perusahaan yang berinvestasi di Jember supaya merekrut tenaga kerja lokal, dengan dibuktikan KTP asal Jember juga telah mengantongi kartu pencari kerja dari dinas tenaga setempat secara gratis. Itulah cara kami dalam menjamin warga kami mendapatkan pekerjaan,” terang Bupati Jember Faida dalam paparannya.

Selain itu, Faida telah mengeluarkan surat keputusan bupati tentang alokasi penerimaan Aparatur Sipil Negara yang menyatakan bahwa 1% dari formasi yang dibutuhkan adalah untuk difabel yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

Selain melindungi pekerja lokal, bupati juga telah mengeluarkan kebijakan dalam melindungi produk lokal, alasannya adalah dengan melindungi produk lokal maka perusahaan yang mempekerjakan warga lokal Jember lebih sejahtera, sehingga dapat meningkatkan pula tingkat kesejahteraan para pekerjanya.

Maka dari itu swalayan, pertokoan, pusat perbelanjaan, tempat makan yang beroperasi di Jember diwajibkan untuk menjual produk lokal.

Pemerintah Kabupaten Jember juga telah menyelenggarakan Job Market sebanyak 662 lowongan kerja (loker) khusus perempuan dan difabel pada 2018. Rinciannya 554 loker untuk perempuan 72 loker untuk penyandang difabel.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengalokasi anggaran daerah untuk beasiswa bagi para mahasiswa ber-KTP Jember dengan kondisi ekonomi lemah. Tak tanggung-tanggung, Faida menargetkan 5000 paket beasiswa dapat tersalurkan dalam 5 tahun kepemimpinannya. Kualifikasi penerima beasiswa, Faida mengutamakan masyakat miskin, penyandang disabilitas serta penghafal Al-Qur’an.

Sedangkan untuk lansia, penyandang disabilitas serta masyarakat miskin, Pemerintah Kabupaten Jember menjamin pelayanan kesehatan secara gratis.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here