Reporter : Nazli MD
Blangpidie, Abdya, Suara Indonesia-News.Com – Docking kapal yang menelan anggaran Rp 3 miliar lebih di komplek Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak dapat difungsikan sehingga menjadi bangunan yang mubazir.
Informasi yang dihimpun Suara Indonesia News, Docking yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Angaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2013 tidak dapat difungsikan. Selain itu, keberadaan docking tersebut juga disinyalir banyak permasalahan.
Ketua Komisi C DPRK Abdya, Julinardi kepada awak media, Senin (1/1) menuturkan tidak difungsikan docking tersebut merupakan kesalahan perencanaan yang tidak maksimal, sehingga pekerjaan proyek tersebut hanya bentuk penghabisan anggaran yang sia-sia.
“Saya dari dulu sudah memperingatkan pihak terkait dalam pembangunan proyek tersebut harus mempersiapkan perencanaan yang baik, sehingga dapat digunakan oleh masyarakat,”tegas Julinardi.
Ironisnya, lanjut Julinardi, kondisi bangunan dan mesin serta peralatannya yang menggunakan material besi, kondisinya sudah berkarat sehingga tidak bisa digunakan lagi.
“Ini sangat disayangkan, untuk difungsikan lagi Docking tersebut, sudah pasti akan menelan anggaran lagi untuk perbaikannya. Ini jelas menghabiskan uang negara untuk hal-hal yang tidak produktif.”tegasnya.
Lebih lanjut, Julinardi menegaskan, pihaknya sangat menyayangkan tidak difungsikannya docking tersebut. Padahal menurutnya, docking tersebut sangat dibutuhkan masyarakat nelayan di kabupaten Abdya.
”Pihak terkait harus menyelidiki penyebab tidak berfungsinya docking itu secara menyeluruh,”harapnya.
Selain itu, Julinardi juga menilai, sarana pendukung PPI Ujong Serangga seperti pembangunan break water (pemecah ombak) dan kolam labuh, juga tidak tuntas. Padahal anggaran yang yang dikucurkan sangat besar.
“Proyek dok kapal dan pembangunan sejumlah sarana PPI ini, hanya proyek menghambur-hamburkan uang, karena tidak bisa digunakan sama sekali. Pihak terkait harus peka terhadap dugaan penyimpangan ini.”tegas Julinardi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Miswar menegaskan, pemerintah seharusnya dapat menyelamatkan anggran daerah yang terbuang percuma tersebut.
”Untuk mengamankan anggaran tersebeut, Pemerintah harus merencanakan sesuai rancangan sehingga dapat digunakan,”sebutnya.
Untuk itu, Miswar mendesak Pemerintah untuk segara mengaktifkan Docking tersebut, sehingga tidak menjadi besi tua,”Anggaran yang digunakan merupakan anggaran APBK yang seharusnya masih banyak kepentingan lain yang lebih bermanfaat,”tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Miswar juga meminta pihak terkait untuk mengaudit anggaran pembangunan Docking tersebut. Karena, menurutnya pembangunan Docking tersebut sudah pasti tidak dapat digunakan lagi.
”Bupati harus bertanggung jawab atas pemborosan uang negara yang tidak direncanakan dengan perencanaan yang matang itu,”pungkasnya.
Terkait permasalahan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya, Ir Muslim Hasan MSi, kepada awak media, mengakui, belum dapat digunakan dok kapal itu dikarenakan sedimentasi di areal kolam labuh PPI Ujung Serangga tersebut sangat tinggi.
“Tingginya sedimentasi di areal kolam labuh membuat kapal sulit naik dok,”sebutnya.
Untuk memfungsikan galangan kapal tersebut, Muslim menegaskan, sedimen yang ada tersebut harus dikeruk kembali. Selain itu, tunggul-tunggul terumbu karang di areal kolam labuh harus dibersihkan.
“Hal itu akan sempurna bila break water telah selesai kita kerjakan,”tegasnya.
Menurutnya, jika hanya membersihkan sendimen dan tunggul-tunggul karang saja itu sangat mubazir, pasalnya sendirmen dan permasalahan lainnya akan muncul kembali bila break water tidak diselesaikan.
“Untuk itu, kita sangat berharap pembangunan break water itu dapat dilanjutkan dan diselesaikan sesuai dengan kebutuhan,”sebut Muslim.
Selain itu, Muslim juga mengakui, untuk mengaktifkan Docking kapal itu, pihaknya menilai, Docking tersebut harus direhab kembali, sehinga dapat digunakan.
”Jika difungsikan kembali, maka sudah pasti Docking tersebut akan direhab dan ditambah sarana pendukungnya,”pungkasnya.













