Stok APD Covid-19 di Pemkot Batu Hanya Cukup Dua Minggu Ke Depan

oleh -81 views
Menggunakan masker kuning, Juru bicara Pemkot Batu Muhammad Chori untuk penanganan Covid-19.

KOTA BATU, Sabtu (11/4/2020) suaraindonesia-news.com – Pemerintah kota (Pemkot) Batu kini kesulitan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis. Persediaan yang ada sekarang ini sangat terbatas hanya cukup dua minggu ke depan. Padahal pemkot Batu jauh hari sudah melakukan pemesanan.

Juru bicara Pemkot Batu Muhammad Chori untuk penanganan Covid-19 menegaskan jika Pemkot Batu Jika alat pelindung diri (APD) di kota Batu hanya cukup dua minggu ke depan.

“Diperkirakan ketersediaan APD cukup sampai dengan 2 minggu ke depan atau minggu ke-4 April 2020, APD Hazmat dengan kelengkapannya sudah datang 130 set,” jelas Chori, saat dihubungi, Sabtu (11/4/2020) sore.

Dijelaskannya, Barang yang sudah datang 95 gaown disposible dan 30 set coverall lengkap dengan google dan sepatu bots serta bantuan dari Provinsi coverall 50 set.

Terkait Rapid Test, Chori menyatakan bahwa pihaknya sudah mendistribusikan 6 box atau 120 strip alat Rapid Test Corona di 5 Puskesmas di wilayah Pemerintah kota Batu dan satu didistribusikan ke Kantor Dinas keshatan Kota Batu.

“Untuk rapid test sudah datang sebanyak 6 box dan tiap box berisi 20 strip atau berjumlah 120 strip” Kata M Chori, saat dihubungi, Sabtu (11/4/2020).

Rapid Test Corona, kata dia Didistribusikan pada 5 puskesmas, sedang masing-masing Puskesmas mendapat jatah satu box dan yang satu box ada disimpan di Dinas Kesehatan kota Batu, Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga kondisi darurat, ketika diperlukan.

Pemeriksaan dengan Rapid test, Kata Chori adalah untuk menyaring masyarakat yang diduga memiliki penyakit corona, Jika hasilnya positif, maka harus dilanjutkan dengan swab untuk mengetahui positif atau tidak.

“Rapid test ini dimaksudkan sebagai screening awal untuk melihat reaktif atau tidak. Jika hasilnya positif, maka harus dilanjutkan dengan swab untuk mengetahui positif atau tidak,” ungkapnya.

Dijelaskan, Hasil rapid test tidak butuh waktu lama dan bisa diketahui hasilnya.

Mengingat ketersediaan rapid test sangat terbatas, lanjut Chori, maka penggunaan dilakukan secara selektif dengan prioritas untuk tenaga medis, pasien Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pantauan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) serta masyarakat atau keluarga yang pernah kontak dengan pasien konfirm.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *