Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Balikpapan, Guru dan Siswa Akan di Rapid Test

oleh -1.035 views
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Ir. Muhaimin, ST.

BALIKPAPAN, Selasa (10/11/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam waktu dekat Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan simulasi pembelajaran tatap muka bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Simulasi akan dilakukan di dua wilayah zona kuning Covid-19 yakni di wilayah Kelurahan Teritip Balikpapan Timur dan Kelurahan Kariangau Balikpapan Barat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, simulasi akan dilakukan berdasarkan Peraturan empat Menteri dimana wilayah zona kuning dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan standar protokol kesehatan dan izin dari gugus tugas penanganan Covid-19.

“Di Balikpapan hanya ada dua wilayah Kelurahan yang masuk zona kuning maka kita akan mencoba melakukan pembelajaran tatap muka di dua Kelurahan tersebut. Sementara di lima SMP, tiga SMP di Kelurahan Teritip dan dua SMP di Kelurahan Kariangau,” kata Muhaimin, Selasa (10/11) siang

Saat ini, kata Muhaimin, pihaknya tengah mengusulkan segala persiapan untuk melakukan rapid test terhadap guru dan siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Kita masih menunggu, apakah nanti rapid tesnya dilaksanakan di sekolah atau di Puskesmas terdekat, kita masih menunggu lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Kota,” ujarnya.

Muhaimin menjelaskan, rencana simulasi pembelajaran tatap muka tersebut dapat dilaksanakan jika hasil rapid tes sudah keluar, apakah peserta dinyatakan negatif Covid-19 atau banyak yang reaktif.

“Jika hasil rapid tesnya nanti sudah keluar, kita baru bisa lihat, apakah peserta yang akan mengikuti pembelajaran tersebut aman. Jika aman maka proses pembelajaran tatap muka bisa dilanjutkan. Tapi jika hasil rapid tesnya ada yang terkontaminasi Covid-19 dan melebihi setengah dari seluruh peserta yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, maka rencana simulasi tidak bisa dilanjutkan,” ungkapnya.

Muhaimin menambahkan, jika hasil rapid test tersebut aman, maka akan ada ketentuan-ketentuan, diantaranya jumlah siswa yang bisa masuk hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ada. Termasuk jam belajar siswa akan dikurangi.

“Yang bisa masuk hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ada, selebihnya tetap melakukan pembelajaran secara daring. Jam belajar juga akan kita kurangi, yang biasa dari jam 7.30 – 15.30 maka akan dikurangi yakni mulai jam 8.00 – 11.00. Mungkin juga akan kita jadikan dua siff, untuk siff kedua kita akan lakukan dari jam 13.00 – 16.00. Termasuk meja dan tempat duduk siswa juga akan diberikan jarak 1,5 meter,” tutup Muhaimin.

Reporter : Fauzi
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *