Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Kolpajung, JPU Bakal Dilaporkan ke Kejagung

oleh -24 views
Kuasa Hukum Mahmud, Nisan Radian.

PAMEKASAN, Kamis (29/10/2020) suaraindonesia-news.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang dugaan korupsi tanah kas Desa Kolpajung, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan akan dilaporkan terdakwa Mahmud ke Komisi Kejaksaan RI.

Hal tersebut dikarenakan tudingan terdakwa, bahwa jaksa JPU telah menggunakan bukti yang tidak sesuai fakta, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Selasa (20/10) lalu.

Kuasa Hukum Terdakwa, Adv Nisan Radian menjelaskan bukti yang diajukan oleh jaksa pada persidangan tersebut, dengan nama wajib pajak P Muari Perc dengan obyek pajak di Jalan Agus Salim RT 03 RW 01.

“Bukti pembanding yang diperlihatkan oleh kuasa hukum tersangka berbeda dengan yang diajukan jaksa,” ungkapnya saat dihubungi wartawan, Kamis (29/10).

Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan salah satu saksi, Herman yang didatangkan dalam persidangan tersebut. Dalam pernyataannya, lanjut Nisan Radian, Herman membenarkan bahwa bukti yang digunakan JPU letaknya satu kilometer dari tanah yang disertifikat Mahmud.

“Saat itu jaksa merasa gelagapan karena bukti yang dimilikinya tidak sama dengan kesaksian saksi yang justru lebih meringankan terdakwa. Bahkan saksi membenarkan bukti yang dipegang oleh kami adalah yang sah,” lanjut Adv Nisan Radian.

Atas dasar itu, kuasa hukum terdakwa berencana melaporkan jaksa tersebut ke Komisi Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia di Jakarta dan Kejaksaan Agung sesuai dengan surat dakwaan nomor perkara: PDS-01/PMK/05/2020.

“Dimana jaksa telah mendakwa orang tua pemberi kuasa khusus pada perkara pidana korupsi terhadap beralihnya tanah eks TKD/Aset Kelurahan Kolpajung Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan Menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik) atas nama Mahmud,” tegasnya.

Reporter : My
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *