Stabilitas Politik dan Keamanan Kunci Keberhasilan Pembangunan dan Perdamaian Aceh

oleh -52 views
Diskusi Terbatas yang menghadirkan Tokoh Aceh.

BANDA ACEH, Kamis (29/10/2020) suaraindonesia-news.com – Stabilitas politik dan keamanan hal mutlak dalam mewujudkan pembangunan dan perdamaian Aceh, maka dalam penguatan perdamaian Aceh perlu penguatan sinergisitas antar pemimpin daerah serta stakholder lain nya, hal ini disimpulkan dalam diskusi terbatas lintas tokoh Aceh yang di gelar disalah satu hotel di Banda Aceh. Rabu (28/10) yang bertemakan “Penguatan Sinergisitas Perdamaian Untuk Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Demi Peningkatan Pembangunan di Provinsi Aceh”.

Tokoh damai Aceh, Azwar Abubakar mengingatkan semua pihak di Aceh, untuk bisa mengelola sumber daya keuangan daerah sebijak mungkin, agar tak menimbulkan permasalahan.

Kondisi keuangan Aceh dengan adanya dana otsus, harus bisa membuat rakyat sejahtera.

“Apalagi dana otsus sudah hampir tiba pada batasnya, namun mudah-mudahan terus berlanjut, pemanfaatan dana otsus dengabaik, juga menjadi bagian utama keberlangsungan damai di Aceh,” kata Azwar.

Mantan Menteri PAN-RB era Kabinet Indonesia Bersatu ini, juga menegaskan, bahwa upaya-upaya penyelasaian masalah yang terkait dengan ikutan pasca damai Aceh juga harus bisa diselesaikan dengan tuntas.

“Misalnya program Diyat, membangun rumah bagi korban konflik, dan lain sebagainya itu juga jangan dilupakan, karena membangun usmber daya manusia pasca konflik itu berat, tidak sama dengan membangun fisik bangunan yang rusak,” jelasnya.

Dalam diskusi terbatas ini juga menghadirkan Dr Amri, pakar ekonomi Aceh. dalam pemaparannya, Pengajar Pasca Sarjan Fakultas EKonomi Universitas Syiah Kuala ini mengatakan perbaikan ekonomi akan memberi dampak kepada proses keberlangsungan damai di Aceh.

“Serapan APBA yang maksimal, pelaksanaan pembangunan yang merata, semua ini akan memberi dampak pad akesejahteraan masyarakat, sehingga kalau masyarakat sejahtera, mereka akan bisa menata hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Diskusi juga diisi oleh Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud dan Zulfata, Direktur Badan Riset Keamanan dan Perdamaian Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Keduanya sepakat bahwa pelibatan masyarakat dan generasi muda dalam proses perdamaian di Aceh juga menjadi hal penting untuk sinergitas pembangunan di Aceh.

Diskusi yang diprakarsai oleh Fraksi Pilkada, ini juga turut menghadirkan aktifis pemuda, aktifis perempuan dan pengusaha UMKM di Aceh.

Koordinator Fraksi Pilkada Zubaidah Azwan Menambahkan bahwa penguatan sinergitas dibumi serambi Mekah merupakan salah satu isu strategis guna mendukung pencapaian keberlanjutan pembangunan di prov. Aceh. Diskusi terarah ini diharapkan dapat menjadi titik terang guna terciptanya persamaan persepsi dan rasa saling bertanggung jawab dalam rangka merawat perdamaian Aceh.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun sinergitas dan kolaborasi sehingga puncak dari dari perdamaian tsb akan terlihat sejauh manakah nasib ekonomi daerah, sejauh manakah stabilitas politik hingga sejauh manakah solidaritas elite dengan masyarakat. Kini Aceh sudah pada tahap Damai dan kita bicara kedepan soal Kesejahteraan.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *