Satu Bulan Pemerintahan Fannan, Sampang Diterjang Banjir Bah 5 Masyarakat Sampang Tewas

oleh -19 views

Satu Bulan Pemerintahan Fannan, Sampang Diterjang Banjir Bah

5 Masyarakat Sampang Tewas

            Sampang, Suara Indonesia-news.com – Senin [8/4] 2013 lalu, air bah kiriman dari utara setelah sehari sebelumnya selama sehari penuh terjadi hujan yang sangat deras sehingga  menenggelamkan kota sampang ,banjir yang merendam 10 desa dan 6 kelurahan senin lalu, mengakibatkan ribuan siswa –siswi SD hingga SMA tidak dapat melakukan proses belajar mengajar sampai pada hari ini karena  terdapat sekitar 74 sekolah mereka masih kotor dengan sampah dan lumpur tebal sisa –sisa banjir.

Kabid kurikulum Disdik sampang Abi Kusno melalui Kasi kurikulum dan penjaminan Mutu Nur Alam kemarin, menyampaikan  meski tim di lapangan belum memberitahukan secara pasti sekolah mana saja yang terendam banjir namun pihaknya dapat melihat jumlah lembaga yang terkena bencana banjir tersebut. 

            Bencana banjir terbesar ke dua setelah pada tahun 2001 ini menelan lima korban tewas ,air bah kiriman dari utara itu juga berakibat korban luka-luka  berdasarkan data yang kami peroleh dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah [ BPBD ] total korban yang mengalami luka –luka mencapai  dua orang, pada hari pertama [8/4] korban tewas yang ditemukan hanya dua orang yaitu M.Farhan  umur 21 tahun  warga dusun ponjuk kelurahan polagan dan faruk  umur 21 tahun  warga dusun beben 1 desa pasean kecamatan sampang.

Pada hari kedua selasa [9/4] ternyata di temukan lagi korban meninggal  sebanyak tiga orang yakni Muhammad Syafik umur 38 tahun warga dusun pasean yang berasal dari jalan kenari pria yang berstatus sebagai guru honorer di salah satu Sekolah Dasar unggulan yang berada di kabupaten sampang ini yaitu SDN GUNUNG SEKAR 1 itu di temukan tewas oleh warga di sebelah utara makam Aji Gunung  kelurahan gunung sekar, Hindun umur 70 tahun warga jalan imam bonjol kelurahan dalpenang dan Putri umur 27 tahun warga jalan imam bonjol.

            Namun ada perbedaan data yang di sampaikan oleh BPBD dan Polres sampang  data BPBD menyebutkan korban meninggal dunia tercatat 4 orang dan dua orang luka luka,sedangkan pada data yang di miliki polres korban meninggal mencapai 5 0rang.Di tempat terpisah sekkab sampang Puthut Budi santoso mengaku akan memberikan sumbangan pada korban yang meninggal dunia bantuan itu di berikan setelah dua hari pasca kejadian banjir dan untuk korban banjir pemerintah masih bisa memberikan nasi bungkus  tapi untuk sembako masih belum bisa baru ketika sudah surut total yaitu hari ke tiga dan  empat bisa mendistribusikan sembako.

            Bantuan yang berhasil di terima oleh BPBD sebanyak 500 paket logistik,perahu karet ,70 kaleng makanan siap saji dari pemprov jawa timur bantuan paket sembako itu di masak kemudian di distribusikan ke pelosok rumah para korban banjir,tutur Imam saat berada di posko bencana kemarin. [Luna 82]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *