Saksi Capres 02 Kecamatan Masalembu Mengaku Kecewa Atas Kinerja Bawaslu Sumenep

Abd. Rahman, Saksi Capres 02 saat diwawancarai sejumlah wartawan.

SUMENEP, Selasa (7/5/2019) suaraindonesia-news.com – Saksi Capres 02, Abd Rahman menindaklanjuti laporan temuan kecurangan panitia TPS 03 Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ke Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Sumenep, yang sampai saat ini masih belum ada tindak lanjut.

Laporan yang ditindaklanjuti oleh saksi paslon 02 itu ialah adanya pelanggaran kecurangan yang dilakukan oleh Anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), surat suara yang dicoblos sebelum pemungutan berlangsung yaitu Caleg DPRD nomor Urut 1 dari partai PDIP Dapil VII, DPR RI Nomor urut 1 dan partai yang sama dan Capres Nomor urut 01.

Rahman menuding, bahwa Bawaslu Sumenep sangat mengecewakan sekali, karena menurutnya, jangka waktu dari sepuluh hari sesuai undang – undang nomor 3 tahun 2017 masa exspired dari laporan ini adalah besok, sementara sampai sekarang tidak ada rapat pleno di tingkat bawaslu untuk menyimpulkan kasus di TPS 03 Desa Masalima, Kecamatan Masalembu.

“Sampai saat ini masih belum ada rapat pleno dari tingkat Bawaslu, sedangkan besok adalah masa exspired dari laporan itu sendiri,” tegas Rahman.

Menurutnya, kalau secara keadministrasian itu sudah di PSU kan tetapi indikasi perbuatan melanggar hukum pidananya, sampai sekarang pelakunya masih berkeliaran.

“Apapun keputusan yang dilakukan oleh Bawaslu ini, sangat begitu mengecewakan bagi kami selaku masyarakat Masalembu, apalagi saya selaku saksi dari Prabowo-Sandi seperti itu,” ujarnya kesal.

Pihaknya meminta kepada Bawaslu mendiskualifikasi Caleg Nomor urut satu Darul Hasyim Fath dari PDIP dapil VII itu.

Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris menjelaskan bahwa laporan masalah yang terjadi di TPS 03 Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, sudah memeriksa banyak saksi bahkan kata dia pihaknya sudah mengirim tiga perwakilan Bawaslu untuk jemput bola ke Masalembu untuk meminta klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan dalam perkara tersebut.

“Sampai saat ini, pihak kami masih memperdalam keterangan saksi – saksi. Semoga ada titik terang supaya kita dapat meyakinkan kepada rekan-rekan kejasaan dan kepolisian bahwa itu ada unsur tindak pidana di dalamnya,” tutur Noris

Noris menegaskan bahwa pihaknya bekerja profesional tidak memihak kepada siapapun.

“Bawaslu itu, bertindak sesuai perundang – undangan,” tegasnya.

Reporter : Halis
Editor : Amin
Publisher : Dewi


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here