Proses Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional Letkol Sroedji Sudah 80 Persen

oleh -295 views
Letkol Arif menerangkan proses pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Letkol Inf (Anumerta) Mohammad Sroedji telah mencapai 80 persen. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Minggu (25/8/2019) suaraindonesia-news.com – Kasbrigif Raider 9 Kostrad Letkol. Infanteri Arif Munawar menerangkan pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Letkol. Infanteri (Anumerta) Mohammad Sroedji sudah mencapai 80 persen dalam pemenuhan syarat secara legalitas.

“Kemudian untuk aspek sosiologis luar biasa, kedua tokoh ini (Kiai Ahmad Shiddiq dan Letkol. Sroedji, red) tidak perlu diragukan lagi, dari pengorbanan kedua pahlawan itu dampaknya tidak hanya bagi Provinsi Jawa Timur saja namun dirasakan seluruh Indonesia sehingga secara sosiologis sangat memenuhi syarat,” terang Letkol Arif saat menjadi narasumber pada pengusulan KH. Ahmad Shiddiq dan Letkol. Moh. Sroedji sebagai Pahlawan Nasional di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (25/8) pagi.

Letkol Arif mengatakan bahwa pengajuan gelar bagi Letkol Sroedji telah ditela’ah oleh tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) dalam kunjungannya ke Jember pada Juli 2019 lalu.

“TP2GP sudah menelaah, sudah meneliti dan menurunkan timnya, tinggal nanti ditentukan oleh Bapak Presiden,” tegas Letkol Arif dalam pemaparannya.

Selain itu, Letkol Arif  dalam seminar tersebut menerangkan sejarah hidup, juga karir dari Letkol. Infanteri (Anumerta) Mohammad Sroedji sebagai tentara yang berjuang di Kabupaten Jember Jawa Timur melawan penjajah Belanda.

Beberapa penghargaan yang telah diberikan kepadanya di antaranya, Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2016,  Penghargaan Bintang Sakti dari Presiden RI Soeharto pada tahun 1975, Penghargaan Bintang Gerilya dari Presiden RI Soekarno pada tahun 1949, Tanda Kehormatan sebagai Pejuang Veteran Kemerdekaan RI  dari Menhankam Pangdam V Brawijaya pada tahun 1986.

Baca juga : Kiai Ahmad Shiddiq, Perumus Pondasi Hubungan Pancasila dengan Islam

Sementara itu Bupati Jember Faida menerangkan bahwa seminar ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyosialisasikan kepahlawanan Kiai Ahmad Shiddiq dan Letkol. M. Sroedji langsung kepada masyarakat.

“Gelar pahlawan nasional untuk kedua tokoh ini merupakan keinginan dari masyarakat Jember, dan untuk Letkol. M. Sroedji telah diusulkan sejak 2016 dan mendapatkan gelar Bintang Mahaputera Utama, dan kali ini kita mengusulkan kembali Letkol. M. Sroedji untuk mendapat gelar pahlawan nasional setelah kita melengkap berkas-berkas dan bukti-bukti sejarahnya kemudian menyosialisasikan dengan lebih luas melalui film, seminar, drama kolosal, bedah buku kepada seluruh masyarakat Jember dan kota sekitarnya karena Letkol. Sroedji tidak hanya berjuang di Jember, termasuk juga di kota-kota di Provinsi Jawa Timur,” jelas Bupati Faida.

Selain Letkol. Arif, narasumber lain dalam seminar tersebut ialah Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo KH. Afifuddin Muhajir yang menjelaskan bahwa KH. Ahmad Shiddiq merupakan pahlawan yang berhasil menyelaraskan ideologi Pancasila dengan Islam.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Mariska

 

Tinggalkan Balasan