Pj Bupati Sampang Sampaikan Nota Penjelasan Terkait RPJPD 2025-2045, BumDes dan Aset Desa Dalam Sidang Paripurna DPRD Sampang

oleh -36 views
FOTO : Sidang paripurna DPRD Sampang terkait nota penjelasan tentang RPJPD 2025-2045, BumDes dan Aset Desa. (FT/Nor/SI).

SAMPANG, Senin (8/7) suaraindonesia-news.com – DPRD Kabupaten Sampang, menggelar rapat paripurna terkait Nota Penjelasan Bupati Terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025–2045, Nota Penjelasan Pengusul Terhadap Raperda BumDes, dan Raperda Tentang Pengelolaan Aset Desa, Senin (8/7/2024).

Pimpinan sidang Amin Arif Tirtana menyampaikan, sebelumnya Banmus dewan telah mengadakan rapat dengan TAPD dan Tim Raperda Kabupaten Sampang. Selanjutnya, menggelar sidang paripurna dengan agenda Nota Penjelasan Bupati tentang RPJPD Tahun 2025–2045, BUMDES dan Aset Desa.

“Berdasarkan hasil keputusan Rapat Banmus yang telah disepakati bersama, maka tersusunlah agenda tersebut. Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sampang, menyampaikan terima kasih pada seluruh hadirin atas partisipasinya. Sehingga, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” terang Amin Arif Tirtana, yang mewakili Ketua DPRD Sampang, Fadol.

Sementara Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto melalui Sekretaris Daerah Yuliadi Setiawan menjelaskan, bahwa RPJPD tahun 2025-2045 akan menciptakan landasan untuk mendukung kerangka pembangunan berkelanjutan, yang mencakup peningkatan kualitas dan daya saing masyarakat, dengan tujuan mencapai tingkat pemerataan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Akhirnya, Wadah Relawan Gus Mamak dan Tretan Ab Terbentuk

Ditambahkannya, RPJPD ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik secara terintegrasi, efisien, dan responsif, serta meningkatkan daya saing daerah, sebagaimana tercermin dalam visi dan misi serta strategi dan kebijakan daerah.

“Selain berfungsi sebagai pedoman, dokumen RPJPD Kabupaten Sampang, memiliki peran dalam membimbing pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat oleh semua elemen aparatur daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Dengan tujuan, mewujudkan otonomi daerah yang dinamis, bertanggung jawab, nyata, dan berintegritas,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, yang tak kalah pentingnya RPJPD menjadi panduan bagi kepala daerah terpilih dalam merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), untuk menentukan strategi dan prioritas program 5 tahunan, berdasarkan sistem penyusunan dokumen perencanaan.

Raperda RPJPD yang akan kita bahas ini memuat gambaran umum kondisi daerah, permasalahan dan Isu strategis, visi dan misi daerah, serta arah kebijakan dan sasaran pokok. Dalam rangka mewujudkan visi “Sampang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan” dirumuskan arah kebijakan yang dikemas dalam empat tahap yaitu ;

Tahap 1 (Tahun 2025–2029) sebagai Tahap Penguatan Fondasi Pembangunan. Tahap II (Tahun 2030–2034) sebagai Periode Akselerasi. Tahap III (Tahun 2035–2039) merupakan periode Ekspansi. Tahap IV (Tahun 2040–2045) merupakan periode puncak RPJPD, yaitu Periode Sampang Gemilang.

Sekedar diketahui, tampak hadir dalam sidang paripurna DPRD Sampang, Forkopimda Sampang, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Sampang, Kepala BUMD dan Camat se Kabupaten Sampang.

Reporter: Nora
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan