exodus
BeritaNewsPemerintahanSosial Budaya

Peringatan HUT ke-81 RI Digelar Sederhana di Balai Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud Tegaskan Langkah Efisiensi Anggaran

×

Peringatan HUT ke-81 RI Digelar Sederhana di Balai Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud Tegaskan Langkah Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini
IMG 20260817 155757
Foto; Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Balai Kota Balikpapan, Senin, (17/8).

BALIKPAPAN, Senin (17/8) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota Balikpapan sukses menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap dipusatkan di BSCC Dome, prosesi tahun ini dilaksanakan langsung di Halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman.

Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara adalah Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud. Agenda sakral ini turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh pejabat penting, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para tamu undangan.

Seusai memimpin jalannya upacara, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kemerdekaan bagi generasi masa kini. Ia mengingatkan kembali besarnya pengorbanan para pejuang yang telah mempertaruhkan nyawa dan harta demi merebut kedaulatan bangsa.

“Kita tidak terlibat langsung dalam merebut kemerdekaan bangsa kita, tetapi tugas kita sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan ini untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Merdeka dari segala-galanya,” ujar Rahmad Mas’ud.

Ia menaruh harapan besar agar seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, bersatu padu menyukseskan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

“Kita harus membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar, di mana rakyatnya hidup makmur, adil, dan sentosa,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan mengenai perubahan lokasi upacara ke Balai Kota, Rahmad Mas’ud menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai langkah efisiensi yang terukur.

Menurutnya, keterbatasan anggaran bukanlah hambatan untuk menggelar upacara yang khidmat, melainkan bentuk pengalihan prioritas pembangunan yang lebih mendesak bagi warga.

“Di tengah efisiensi, sebenarnya tidak ada masalah. Biasanya kita laksanakan di BSCC Dome. Namun, karena anggaran terbatas, bukan berarti tidak ada anggaran kami memilih mengalokasikannya ke hal yang lebih prioritas demi kemaslahatan masyarakat luas,” jelas Wali Kota.

Selain menghemat anggaran, pelaksanaan upacara di Halaman Kantor Wali Kota dinilai mampu mengangkat kembali marwah dan nilai historis dari pusat pemerintahan daerah.

Terkait kuota undangan yang lebih terbatas dibanding tahun lalu, Rahmad Mas’ud menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan perwakilan Ketua RT yang tidak bisa hadir sekaligus.

Pemerintah kota menyiasatinya dengan membagi undangan ke dalam dua sesi terpisah, yakni sesi pengibaran bendera pada pagi hari dan sesi penurunan bendera pada sore hari.

Langkah ini diambil agar keterwakilan tokoh masyarakat, paguyuban, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) tetap terakomodasi dengan baik.

Wali Kota juga memberikan pesan persatuan yang kuat. Ia meminta seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu negatif yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Kalau kita satu tekad dan satu niat, kita harus sadar bahwa kita ini lahir dari satu rahim di bawah naungan Ibu Pertiwi. Jaga ukhuwah dan silaturahmi kita sebagai anak bangsa. Jangan goyah dengan provokator atau isu-isu yang memecah belah, karena jika itu terjadi, kita semua yang rugi,” pesannya.

Ia juga memberikan sentilan positif agar masyarakat Balikpapan mengubah pola pikir dan berhenti terjebak dalam konflik internal. Rahmad mengajak generasi muda bergerak cepat mengejar ketertinggalan di ranah global.

“Bangsa lain sudah berpikir bagaimana cara pergi ke bulan, sementara kita terkadang masih sibuk memikirkan masalah internal kita sendiri. Nah, sekarang sudah saatnya generasi muda, ayo kita sama-sama menuntut teknologi dan ilmu pengetahuan. Kepentingan utamanya adalah membangun bangsa kita untuk menjadi bangsa yang besar. Nah, itu pesan saya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan