Pemkab Pekalongan Tampik Kabar Kakek Terlantar Hidup di Kandang

Petugas Pemkab Pekalongan meninjau Slamet di gubuknya di Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

PEKALONGAN, Selasa (18/6/2019) suaraindonesia-news.com – Kakek Slamet (84) yang hidup di gubuk bersama ayam di RT 17 RW 04, Dukuh Gempol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang dikabarkan terlantar, ditampik pihak Pemkab Pekalongan. Kakek renta ini dikabarkan sudah dua tahun hidup di gubuk sempit bersama unggas.

Ia mengaku untuk makan keseharian agak kesulitan, bahkan terkadang tidak makan.

“Saya lebih dari dua tahun tinggal disini, makan dengan mengandalkan dari warga yang melintas,” katanya.

Kakek ini juga menderita sakit hernia parah dan tanpa penanganan memadai.

“Sakit saya sudah lama, karena tidak ada yang biaya dan yang mengantar jadi tidak berobat,” tandasnya.

Namun, pihak Camat Siwalan, Sugino menampik hal itu. Ia menerangkan, bahwa untuk pelayanan kakek Slamet mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan sering periksa ke puskemas.

“Dia rutin cek ke puskesmas, jadi informasi yang katanya tidak mendapat pelayanan kesehatan, itu kurang tepat,” katanya.

Pihak Puskesmas Siwalan juga membenarkan hal itu. “Slamet masih sering datang ke puskemas. Bahkan ia mampu bersepeda ke masjid,” papar Suwondo, Kepala Puskesmas Siwalan.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Masruroh menegaskan, informasi Slamet yang terlantar di gubuk selama dua tahun perlu diluruskan.

“Informasi dari pihak Desa, gubuk itu baru dibangun 3 bulan lalu,” pungkasnya.

Reporter : Arsyad
Editor : Amin
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here