Berikut adalah versi berita yang telah disunting sesuai Kode Etik Jurnalistik, dengan menjaga akurasi, keberimbangan, dan kepentingan publik:
YOGYAKARTA, Jumat (23/5) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora resmi menandatangani kesepakatan pinjaman daerah senilai Rp215 miliar dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng). Penandatanganan berlangsung di kantor pusat Bank Jateng pada Jumat (23/5/2025), sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di Kabupaten Blora.
Kesepakatan ini dihadiri Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Blora, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menjelaskan bahwa pinjaman tersebut terdiri dari dua jenis: pinjaman jangka pendek sebesar Rp10 miliar untuk pengelolaan kas daerah tahun anggaran 2025, dan pinjaman jangka menengah sebesar Rp205 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan 41 ruas jalan. Penarikan dana akan dilakukan pada 2025, sementara pelunasan dijadwalkan mulai 2026 hingga 2028.
“Pinjaman ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta penguatan sektor usaha lokal,” ujar Irianto.
Ia menambahkan bahwa pinjaman tersebut merupakan bagian dari peran Bank Jateng sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa proses seleksi lembaga keuangan telah dilakukan secara transparan dan profesional, melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Dari empat lembaga keuangan yang mengajukan penawaran, Bank Jateng dipilih berdasarkan hasil penilaian sebagai yang paling layak.
“Pinjaman ini difokuskan untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Dengan pendanaan ini, dampak pembangunan dapat dirasakan lebih cepat dan luas,” ujar Arief.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Blora tengah berupaya memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang. Hal ini mendukung target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2026.
“Blora saat ini termasuk enam besar produksi padi di Jawa Tengah dan dua besar untuk jagung. Ini perlu kita jaga dan kembangkan,” tambahnya.
Pinjaman daerah dinilai sebagai solusi pendanaan yang memungkinkan pemerintah daerah mempercepat pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada alokasi APBD tahunan. Selain untuk pembangunan fisik, pinjaman ini juga diharapkan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung perekonomian daerah.













