Pembunuh Sadis di Abdya, Dihukum Mati

Hakim Ketua persidangan Zulkarnain SH MH membacakan putusan (Vonis)Hukuman Pidana Mati  terhadap terdakwa Edy Syahputra.

ACEH, ABDYA, Senin (8/1/2018) suaraindonesia-news.com – Tersangka pembunuh sadis terhadap nenek dan dua orang cucu warga Meudang Ara Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Edi Syahputra (27) divonis hukuman mati.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya, Abdur Kadir SH,MH melalui Kasi Intelijen Dasril A Yusdar SH,M.Hum kepada awak media, Senin (8/1/2018) menjelaskan, terdakwa didakwakan pada dakwaan primair Penuntut umum yaitu Pasal 340 KUHP pidana dan Pasal 76 huruf C jo Pasal 80 ayat (3) UU RI No.35 Th.2014 tentang perlindungan Anak.

“Edi Syahputra didakwa melanggar Primair Pasal 340 Subsidair Pasal 339 Lebih subsidair Pasal 338 KUHP pidana dan Pasal 76 c UU No.35 Th.2014 tentang Perlindungan Anak dengan No.reg Perkara PDM:18/BLPD/07/2017,” sebut Dasril.

Dalam persidangan, Kata Dasril, yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Zulkarnain SH MH, Armansyah Siregar SH MH, Muammar Khadafi SH MH, beserta Panitera Pengganti Bulkhoiri SH dihadiri langsung oleh JPU, Firmansyah Siregar SH, penasihat hukum terdakwa M.Nasir SH sempat terjadi insiden kecil.

“Insiden itu disaat keluarga korban memaki terdakwa Edi Syahputra di dalam ruang persidangan. Setelah terjadi insiden kecil tersebut, persidangan dimulai, dan berjalan kondusif serta terkendali,” jelas Dasril.

Baca Juga: Danlanal Simuelue Kunker Ke Abdya, Berikut Jadwal Agendanya 

Sekira pukul 12.30 WIB, lanjut Dasril, Hakim Ketua persidangan Zulkarnain SH MH membacakan putusan (Vonis) terhadap terdakwa yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap korban.

“Majelis hakim persidangan menjatuhkan putusan pidana mati kepada terdakwa, serta barang bukti dalam perkara tersebut untuk dimusnahkan,” sebut Dasril.

Pada kesempatan itu, Dasril menyebutkan, JPU dan penasehat hukum terdakwa menyatakan sikap fikir-fikir terhadap putusan. “Edi Syahputra divonis hukuman pidana mati dengan nomor putusan 87/Pid.B/2017/PN-Ttn,” pungkasnya.

Reporter : Nazli MD
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here