Pedagang Pasar Di Kota Bogor Laksanakan Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

oleh -82 views
Dirut Perumda PPJ, Muzakkir (tengah), Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, M Rusli Prihatevy SE (dua dari kanan) saat di lokasi Vaksin Covid-19.

KOTA BOGOR, Kamis (18/03/2021) suaraindonesia-news.com – Melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), seluruh pedagang yang dikelola Perumda PPJ melakukan Vaksin Covid-19 tahap pertama di Blok F Trade Center, Jl Dewi Sartika Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Kamis (18/03/2021).

“Sebelumnya Kementrian Kesehatan (Kemenkes) meminta pendataan seluruh pedagang pasar untuk vaksin Covid-19, jadi yang divaksin sekarang ini sudah di data, sebelumnya,” kata Dirut Perumda PPJ, Muzakkir kepada suaraindonesia-news.com.

Menurutnya, jumlah pedagang yang di data untuk divaksin berjumlah 1500 orang, tetapi karena Dinkes menyiapkan Vaksin sebanyak 1800, maka pendaftaran di buka lagi saat pelaksanaan Vaksin Covid-19.

Muzakkir menambahkan, dari 1500 orang yang terdaftar, hanya 1398 orang dan yang ditunda berjumlah 54, sehingga yang bisa divaksin hari berjumlah 1344 orang.

Muzakkir menyebut, dari data Perumda, jumlah pedagang sebanyak 9500, tapi jika ditambah dengan para karyawannya bisa mencapai 20.000 orang.

“Data pedagang sebenarnya 9500, kalo ditambah dengan karyawan bisa mencapai 20.000 orang, pedagang dan karyawan kan berinteraksi di pasar, jadi perlu di vaksin,” ujarnya.

Ia berharap, untuk tahapan dari tahap pertama ini terus dilakukan agar semua tervaksin.

“Kami hanya menunggu dari Dinkes, untuk tahapan pertama ini, kapan lagi dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor M Rusli Prihatevy SE yang turut hadir saat Vaksin ini menyampaikan, Vaksinasi massal yang digelar di Pasar blok F Trade Center ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat betapa pentingnya imunisasi Vaksin Covid-19, dan menghilangkan rasa takut akan suntik vaksin.

“Vaksin ini aman dan baik untuk ikhtiar melawan covid-19 yang tengah mewabah, jadi jangan takut di suntik,” ungkapnya.

Rusli menjelaskan ihwal tahap penyuntikan vaksinasi yang berlangsung dilakukan 2 tahap.

Menurutnya, jeda antara tahap pertama dengan tahap ke 2 adalah 14 hari, setelahnya proses pembentukan Herd imuniti.

“Disinilah Imun terbentuk, perlu di ingat Vaksin Bukan Obat dan juga setelah vaksin bukan berarti kita kebal akan virus corona, tetap kedepan iktiar kita untuk melawan wabah corona tanpa menghilangkan Protokol kesehatan,” tambah ketua DPD Golkar Kota Bogor ini.

“Semoga kita di berikan kesehatan dan kelancaran agenda vaksinasi hari ini dan kedepan,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *