NUSANTARA, Kamis (18/6) suaraindonesia-news.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi memulai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Proyek strategis ini didanai melalui dana hibah dari Pemerintah Korea Selatan dengan total nilai mencapai 9,9 miliar KRW atau setara dengan Rp115,94 miliar.
Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) ini berlangsung di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, pada Kamis, (18/6).
Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi Otorita IKN bersama delegasi lintas sektor dari Korea Selatan, termasuk perwakilan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), International Contractors Association of Korea (ICAK), CJ Consortium, serta para pakar teknologi dari Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut hangat kehadiran delegasi Negeri Gingseng tersebut. Ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi KIPP sangat strategis untuk memperkuat fondasi hubungan bilateral kedua negara dalam mengembangkan konsep kota cerdas masa depan di Nusantara.
“Selamat datang delegasi dari Korea Selatan. Lokasi pembangunan SCCC ini sangat strategis. Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut ke depan. Untuk semua urusan perizinan, pihak investor tidak perlu khawatir karena semuanya berada di bawah kewenangan kami di Otorita IKN,” ujar Basuki dalam sambutannya.
Basuki juga menambahkan bahwa SCCC tidak hanya berfungsi sebagai pusat kendali operasional, melainkan diarahkan menjadi sebuah laboratorium edukasi.
“Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus. Saya berharap pihak Korea Selatan dapat membantu kami membangun smart city laboratorium yang bisa digunakan untuk sektor pendidikan, sekaligus memperkenalkan inovasi teknologi mutakhir dari Korea Selatan,” lanjutnya.
Dari total dana hibah yang dikucurkan, sebesar 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar dialokasikan khusus untuk konstruksi fisik gedung. Bangunan modern berlantai dua ini akan berdiri di atas lahan seluas 1.098 meter persegi dengan pembagian fungsi teknologi yang meliputi lantai pertama untuk fungsikan sebagai control room (pusat kendali digital) utama dan ruang pertemuan eksekutif.
Lantai Kedua, akan dimanfaatkan untuk area pameran teknologi inovatif serta ruang AI & Robotics Lab (Laboratorium Kecerdasan Buatan dan Robotika), serta area luar (Outdoor) akan diintegrasikan dengan kawasan urban farming (pertanian perkotaan) berbasis teknologi sebagai bagian dari percontohan solusi kota hijau dan cerdas.
Selain infrastruktur fisik, paket hibah ini juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan serta Smart Building Protocol yang digarap oleh KICT. Guna memastikan terjadinya transfer pengetahuan (transfer of knowledge), program ini turut menggandeng University of Seoul melalui wadah Nusantara Smart City Forum serta Capacity Building Program.
Director MoLIT Korea Selatan, Choi Jung-won, menyatakan optimismenya terhadap proyek kolaborasi ini. Ia merefleksikan keberhasilan Korea Selatan yang telah sukses membangun kota pintar percontohan bernama Sejong.
“SCCC ini adalah awal mula dari perwujudan kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Korea. Kami memiliki pengalaman membangun Sejong sebagai kota pintar yang maju dari nol. Nusantara memiliki kesempatan besar yang sama melalui implementasi teknologi yang kami bawa. Saya berharap proyek ini menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan jangka panjang kedua negara,” jelas Choi Jung-won.
Otorita IKN memproyeksikan SCCC akan menjadi motor penggerak ekosistem digital, laboratorium lingkungan, hingga wadah demonstrasi teknologi mutakhir di Indonesia. Proyek pembangunan gedung SCCC ini dijadwalkan memakan waktu pengerjaan selama sepuluh bulan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2027.






