Nelayan Sarkak Jika Masuk Wilayah Perairan Dungkek dan Talango Dikenakan Sanksi Hukum

oleh
Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi saat menghadiri acara pengukuran dan pembatasan wilayah nelayan di tengah perairan antara Dungkek dan Talango, Kamis (23/1/2020).

SUMENEP, Kamis (23/1/2020) suaraindonesia-news.com – Nelayan dari tiga Kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diantaranya: Nelayan Kecamatan Talango, Kecamatan Gapura, dan Kecamatan Dungkek, membuat kesepakatan membatasi wilayah melaut, Kamis (23/1).

Dalam acara ini dilakukan pengukuran pembatas wilayah yang berdasarkan Permen 71 tahun 2016 tentang alat tangkap Sarkak atau penggaruk di titik jarak kurang 2 Mil dari bibir pantai.

Acara ini dihadiri oleh Polres Sumenep, Forpimka, Dinas Perikanan, Sahabandar, dan perwakilan Nelayan di tiga Kecamatan, Tim Advokasi Nelayan, pengukuran ini dilakukan di tengah perairan, antara perairan Talango dan Dungkek.

Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Firman menjelaskan didepan masyarakat nelayan, jika penggunaan alat tangkap Sarkak atau Penggaruk sudah disepakati untuk tidak memasuki perairan Talango dan Gapura, bila melanggar dikenakan Sanksi.

“Ada aturan teritorial wilayah, jika diatas 2 mil dari bibir pantai itu boleh. Namun, jika kurang 2 Mil dari bibir pantai itu melanggar Hukum,” jelasnya.

Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi menyampaikan, kesepakatan yang telah buat pada (15/1/2020) di Polres Sumenep untuk melakukan pembatasan dan pengukuran bersama dititik yang kita sepakati Minggu lalu.

“Tadi sudah dijelaskan oleh Kasatpol Air dan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, itu merupakan aturan yang berlaku, ingat pak, aturan dan undang-undang dibuat untuk masyarakat menjadi keteratura,” kata Kapolres Sumenep.

Lanjut Deddy, pada acara ini bukan akhir untuk dari pertemuan dalam bersilaturrahmi untuk masyarakat nelayan.

“Setelah acara ini kami memiliki rencana untuk silaturrahmi kesemua nelayan di tiga Kecamatan. Untuk Minggu ini ke Dungkek, Minggu depan ke Gapura, Minggu depan lagi Talango,” tandasnya.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *