Media Gambar Membantu Siswa Agar Kompeten Berbicara Bahasa Inggris

Sri Hartati S.Pd, Guru Bahasa Inggris SMA N 1 Cepu

Oleh: Sri Hartati S.Pd
Guru Bahasa Inggris SMA N 1 Cepu

Dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, banyak guru berupaya menolong siswanya agar mampu dan kompeten menguasai dan terampil dalam berbahasa yang benar. Dan selalu menekankan peserta didik untuk terampil berbicara, bercakap dan berdiskusi dengan menggunakan media gambar,menjadi lebih efektiif.

Guru Mapel Bahasa Inggris harus memiliki keterampilan dan sumber-sumber yang sebanyak banyaknya ketika memberi Materi didalam kelas untuk membuat siswa memiliki pengetahuan dasar yang lebih melekat dan stimulan tinggi sehingga siswa menjadi terampil dan kompeten.

Salah satu sumber yang efektif dalam sebuah proses pembelajaran tersebut yaitu, dengan menggunakan media (instructional aids). Salah Satu media merupakan faktor penting guna mendukung suksesnya proses pembelajaran di kelas.

Media merupakan saluran pesan dan informasi antara sumber dan penerima informasi. Dengan kata lain, penggunaan media lebih mendekatkan kepada makna dari informasi yang diterima dibandingkan dengan hanya memakai bahasa verbal.

Dalam Mata pembelajaran Bahasa Inggris, pemanfaatan media sangat disarankan, apabila media tersebut dekat dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari pada siswa. Media merupakan alat bantu yang diperlukan sebagai pembelajaran untuk peran pemula atau pembelajar (young learner).

Menurut Kasihani Suyanto, ada beberapa manfaat digunakannya media dalam pembelajaran, antara lain untuk: (1). Membantu menyederhanakan proses pembelajaran bahasa dan menyempurnakanya (2). Membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa, (3). Menjelaskan konsep baru agar siswa dapat memahami tanpa kesulitan dan salah pengertian, (4). Membuat proses belajar lebih menarik dan interaktif.

Diantaranya media yang dapat digunakan Sebagai bentuk penyampaian berbicara bahasa Inggris yaitu dengan gambar agar tujuan tersebut bisa dijadikan sebuah media untuk mengajar siswa atau memberi penguatan terhadap beberapa keterampilan belajar peserta didik. Hal ini dikarenakan gambar dapat menterjemahkan sebuah gagasan dari gambaran abstrak menjadi sebuah bentuk yang nyata dan lebih mudah dipahami.

Kita menyimpulkan sesuatu atau berpendapat tidak hanya diperoleh dari mendengar atau membaca saja, tetapi juga dari apa yang kita lihat disekeliling kita atau dari yang kita ingat dari dilihat tersebut. Media gambar tidak hanya sebagai aspek sebuah metode/teknik namun juga mewakili gambaran sebuah objek, tempat atau orang yang menjadi bagian penting dari pengalaman peserta didik yang harus guru ketahui.

Semua tujuan kegiatan pembelajaran di kelas memiliki masing-masing yang ingin dicapai dan ada kalanya penggunaan gambar diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Berikut ini ada beberapa kriteria dalam menentukan apakah sebuah kegiatan pembelajaran cocok menggunakan gambar atau tidak seperti yang dikemukakan oleh Wright yaitu sebagai berikut:
1. Easy to prepare (mudah disiapkan)
Pertanyanya apakah gambarnya mudah dibuat?. Jika gambarnya sulit untuk disiapkan maka yang terjadi sangat memakan waktu panjang antara dua atau tiga jam untuk menyiapkannya gambar tersebut untuk sebuah kegiatan dimana kita perlu waktu banyak didalam kelas lainnya, maka media tersebut tidak layak untuk dibuat. Jadi sebaiknya yang benar dan mempermudah kita ketika didalam kelas adalah gambar yang paling mudah untuk dibuat bahkan mudah didapatkan serta murah harganya.
2. Easy to organize (mudah digunakan atau dioperasikan) Selanjutnya apakah media tersebut mudah digunakan di kelas?.
Jika sulit untuk dibawa, atau sulit untuk digunakan Ketika di kelas, akan menjadikan repot kita sebagai guru. jadi yang paling tepat adalah media gambar yang mudah serta tidak menyita waktu di kelas.
3. Interesting (menarik)
Apakah medianya menarik bagi siswa dan guru?. Penggunaan buku teks mungkin lebih cepat dilakukan namun ada kalanya tidak selamanya menarik untuk digunakan.
(1). Meaningful and Authentic (bermakna dan otentik)
pertanyaanya apakah gambar yang digunakan relevan dengan konteks dan tujuan pembelajaran? Jika sesuai maka media tersebut sudah dikatakan bermakna. (2). Sufficient amount of language (Dapat menambah atau mengembangkan kemampuan berbahasa)
Apakah setelah digunakan media gambar siswa lebih berhasil daripada tidak menggunakan gambar? Bila dengan gambar siswa lebih paham, dan mereka bisa lebih termotivasi belajar, misalnya untuk lebih terampil mengemukakan pendapat (speaking), maka penggunaan gambar tersebut sangatlah tepat.
Pembelajaran speaking memang tidak secara langsung tersurat dalam kompetensi dasar Bahasa Inggris. Namun salah satunya merupakan bagian dari kompetesi keterampilan pada pada KI 4, yaitu untuk menyusun teks interaksi interpersonal dan transaksional lisan dan tulis yang melibatkan suatu tindakan tertentu. Dari tujuan tersebut, secara umum pembelajaran speaking di sekolah/madrasah adalah untuk mengungkapkan makna secara lisan. Secara sederhana berarti bahwa dalam speaking itu berkomunikasi atau mengungkapkan makna (ide, gagasan, atau perasaan) dilakukan secara lisan (berbicara).

Hadirnya media gambar sangat penting sebagai sarana untuk menjembatani berhasilnya tujuan pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya speaking. Ada beberapa peranan gambar dalam pembelajaran speaking menurut Wright yang sangat perlu kita pahami, diantaranya:
1. Gambar dapat memotivasi siswa dan membuat mereka memperhatikan serta ingin ikut serta dalam proses pembelajaran
2. Gambar memberi kontribusi terhadap konteks bahasa yang sedang digunakan, dapat membawa “dunia nyata” ke dalam kelas seperti gambar kereta api, pemandangan dan lain-lain.
3. Gambar dapat menyediakan informasi atau menjadi acuan dalam percakapan, diskusi ataupun bercerita.

Dalam menggunakan media gambar dalam pembelajaran speaking dengan komponen bahasanya, berikut beberapa cara atau panduan yang dapat digunakan:
1. Picture series
Picture series dalam pembelajaran bercerita atau menceritakan kembali (story telling)
Narrative adalah sebuah jenis teks yang bersifat khayalan (imaginer). Dalam hal ini bisa dalam bentuk dongeng, cerita rakyat, legenda dan lain-lain. Dalam speaking tentang bercerita, siswa dapat menceritakan kembali secara lisan berdasarkan gambar berseri yang diberikan guru.
2. Picture sticks/stick figures
Picture sticks dapat berupa gambar yang dibuat sendiri oleh guru sewaktu mengajar atau telah disiapkan sebelumnya. Untuk pembelajaran speaking, jenis gambar ini dapat digunakan untuk mempelajari vocabulary (kosa kata) verbs (kata kerja).
3. Flash cards
Flash cards adalah semacam kartu pengingat atau kartu yang diperlihatkan sekilas kepada siswa. Dalam penggunaannya dengan memperlihatkan kartu-kartu bergambar secepat mungkin, secara tidak sadar akan diingat oleh siswa, selanjutnya siswa mencari dan atau menyampaikan isi dan makna dari gambar tersebut.

Dengan pentingnya manfaat serta cara penggunaan media gambar dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya speaking dapat menjadikan peran dorongan para guru Bahasa Inggris untuk mengajar lebih baik lagi, inovatif, kreatif, menarik, dan berprestasi lebih giat.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here