DELI SERDANG, Selasa (9/6) suaraindonesia-news.com – Masa transisi kepemimpinan di SMP Negeri 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, menjadi perhatian sejumlah pihak setelah muncul informasi mengenai ketidakhadiran bendahara sekolah dalam beberapa hari terakhir serta adanya keluhan terkait pengumpulan dana untuk kegiatan pelepasan siswa kelas IX.
Informasi yang beredar menyebutkan Bendahara SMPN 1 Beringin, Pertiwi, S.Pd., tidak menjalankan tugas kedinasan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan terkait kelancaran administrasi keuangan sekolah.
Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Beringin, Sumarni, S.Pd., saat dikonfirmasi pada Selasa (9/6/2026), menjelaskan bahwa yang bersangkutan tidak hadir sejak Jumat (5/6/2026).
“Bukan tanggal 2 Juni, tetapi sejak hari Jumat (5/6/2026). Sampai sekarang sudah empat hari yang bersangkutan belum kami temukan keberadaannya,” ujar Sumarni.
Menurutnya, pihak sekolah telah mengambil langkah administratif dengan menerbitkan Surat Peringatan (SP). Selain itu, orang tua yang bersangkutan juga telah dipanggil ke sekolah untuk dimintai keterangan.
“Orang tuanya sudah datang ke sekolah, namun hingga saat ini kami belum mengetahui secara pasti keberadaan yang bersangkutan,” katanya.
Ketidakhadiran bendahara sekolah di tengah masa transisi kepemimpinan, setelah Indra Septario Siahaan, S.S. dilantik sebagai Kepala SMPN 1 Beringin pada 3 Juni 2026, mendapat perhatian dari sejumlah elemen masyarakat.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Rakyat (Formapera) Sumatera Utara, Bambang Syahputra, menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius, mengingat posisi bendahara memiliki peran penting dalam tata kelola administrasi sekolah.
“Yang menjadi perhatian masyarakat bukan hanya soal bendahara yang tidak masuk kerja. Yang lebih penting adalah bagaimana sistem pengawasan internal berjalan, siapa yang menjalankan fungsi bendahara saat ini, dan apakah pelayanan administrasi sekolah tetap berjalan normal,” ujar Bambang.
Selain persoalan bendahara, SMPN 1 Beringin juga dihadapkan pada munculnya keluhan sejumlah wali murid terkait pengumpulan dana sebesar Rp100 ribu per siswa untuk kegiatan pelepasan siswa kelas IX.
Menanggapi hal tersebut, Sumarni menegaskan bahwa pihak sekolah tidak terlibat dalam pengumpulan dana dimaksud.
“Kami dari pihak sekolah tidak pernah tahu-menahu tentang kutipan itu. Setahu saya, kegiatan perpisahan dilaksanakan oleh orang tua dan siswa kelas IX. Kami hanya memfasilitasi tempat,” ujar Sumarni.
Ia juga mengatakan bahwa para guru hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut.
“Kalau ada kutipan, tentu ada pihak yang melakukan pengutipan. Bahkan untuk konsumsi, guru-guru membeli sendiri,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut terkait pengumpulan dana tersebut maupun dari bendahara sekolah yang dikabarkan belum hadir menjalankan tugas.
Sementara itu, sejumlah pihak berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dapat melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap berbagai informasi yang berkembang, guna memastikan proses administrasi sekolah berjalan dengan baik serta menjaga transparansi dalam penyelenggaraan pendidikan.
Masa transisi kepemimpinan di SMPN 1 Beringin dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola sekolah, meningkatkan pengawasan internal, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Reporter: M. Habil Syah
Editor: Qonita
Publisher: Eka












