LSM Aceh Future Desak Pj Gubernur Aceh dan DPRA Evaluasi Kinerja Instansi yang Tangani Proyek DI Jambo Aye

oleh -118 views
Ketua Bidang Perencanaan dan Program LSM Aceh Future, Aldi, saat ditemui media ini.

ACEH UTARA, Jumat (18/08/2023) suaraindonesia-news.com – Pergeseran jadwal buka tutup air irigasi yang mencapai dua bulan lebih dari jadwal biasanya menunjukkan sistem pengendalian air irigasi yang sangat buruk di bawah Unit Pengendalian Irigasi (UPI) Daerah Irigasi Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara.

Ketua Bidang Perencanaan dan Program LSM Aceh Future, Aldi menilai terjadinya pergeseran buka tutup air irigasi adalah sebagai bentuk penyesuaian jadwal, akan tetapi salah satu alasan pergeseran jadwal disebabkan adanya proyek normalisasi saluran primer dan sekunder yang hanya sebagai alasan klasik.

“Seharusnya, pihak Balai di bawah Kementerian PUPR maupun Dinas Pengairan Aceh dapat menyesuaikan pelaksanaan proyek pekerjaan normalisasi saluran tanpa mengganggu jadwal turun sawah para petani,” ujar Aldi, saat ditemui media ini.

Baca Juga: LSM Aceh Future Minta UPI DI Jambo Aye Tanggung Jawab Atas Proyek Ini

Aldi menyebutkan dampak buruk dari pergeseran jadwal yang cukup lama, telah menyebabkan masa turun sawah para petani tertunda, hal itu telah menyebabkan kerugian terhadap perekonomian masyarakat yang menggantungkan sumber pendapatan di sektor tanaman padi.

“Seharusnya proyek dapat dikerjakan pasca panen padi petani, jadi tidak mengganggu jadwal turun sawah,” tegas Aldi.

Aldi menengarai, hal ini terjadi karena buruknya kinerja dan kebijakan Dinas Pengairan Aceh, Dinas Pengairan Kabupaten Aceh Utara serta Balai Sumber Daya Air Wilayah Aceh secara tidak langsung telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat khususnya petani yang menggantung sumber air dari DI Jambo Aye.

“Ini harus menjadi pelajaran bagi instansi terkait, proyek diperlukan untuk kelancaran air, tapi nasib petani lebih penting lagi harus dipikirkan,” singgung Aldi, menegaskan.

Baca Juga: Rangka Besi Bekas Jembatan Gantung Desa Meunasah Asan Aceh Timur Aceh Utara Raib

Lebih lanjut Aldi menguraikan, selain terjadi pergeseran jadwal buka tutup air juga disebabkan sistem tender yang dilakukan pun sangat buruk. Sebab, pembatalan tender acap kali terjadi hingga beberapa kali.

“Saya yakin, adanya kepentingan pihak tertentu dalam pemenang tender, tapi yang rugi adalah petani,” tudingnya.

Dalam persoalan tersebut Aceh Future mendesak Pj Gubernur Aceh dan Ketua DPRA untuk memberikan perhatian serius terhadap nasib petani, khususnya di beberapa kecamatan yang dialiri air irigasi DI Jambo Aye.

“Pj Gubernur dan DPRA harus evaluasi beberapa instansi yang berwenang dalam penanganan dan pengendalian air irigasi khususnya DI Jambo Aye,” desak Aldi.

Menurut dia, jadwal buka tutup air sangat penting bagi petani, apalagi mengharapkan petani untuk mengoptimalkan sumber daya air dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi.

“Jika kebijakan se enak nya, tanpa pertimbangan yang matang dan nasib petani, semua di rugikan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Unit Pengendalian Air(UPI) Daerah Irigasi Jambo Aye, Budi mengatakan bahwa dalam penyesuaian jadwal buka tutup air melalui proses musyawarah yang melibatkan beberapa pihak.

“Pergeseran jadwal buka tutup air disepakati secara musyawarah yang melibatkan P3A, Komisi Irigasi (Komir) maupun ketua kelompok tani,” jelas Budi.

Baca Juga: LSM Aceh Future Minta UPI DI Jambo Aye Tanggung Jawab Atas Proyek Ini

Terkait pekerjaan proyek rehabilitasi dan normalisasi yang dikerjakan PT Dollar Indah Lestari, tahun anggaran 2022 dengan nilai kontak sebesar Rp 22 miliar itu dirinya mengaku tidak mengetahui.

“Soal proyek yang disebutkan, saya tidak tahu, siapa yang kerjakan dan berapa anggarannya,” kata Budi kepada media ini Kamis (17/18) kemarin.

Reporter: Masri
Editor: Wakid Maulana
Publisher: Nurul Anam

Tinggalkan Balasan