Kornas TRC PA Apresiasi Respon Cepat Kapolri Tindak Polisi Penganiaya Tiga Bintara Polri di Sumbar

oleh -296 views
Kornas TRC PA, Naumi Supriyadi.

SURABAYA, Kamis (26/3/2020) suaraindonesia-news.com – Seorang dari tiga bintara polisi di Sumatera Barat yang diduga dipukul dengan ikat pinggang (Kopel) oleh seniornya kini harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman.

Kejadian tersebut mendapat tanggapan serius dari korp baju coklat (Polri) hingga akhirnya sang perwira Polisi (Pelaku) kini diperiksa bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Barat.

Pelaku penganiayaan terhadap tiga Bintara Polisi di Mapolres Padang Pariaman itu yakni Ipda SDC yang kini telah berurusan dengan Propam.

“Saat ini oknum tersebut sedang dalam pemeriksaan Propam Polda Sumbar, untuk disel, dan akan mendapat hukuman sesuai perintah Kapolri Jendral Pol. Idham Azis,” kata Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumbar Kombes (Pol) Stefanus Satake Bayu Setianto.

“Oknum perwira yang diduga melakukan penganiayaan terhadap tiga Bintara tersebut akan diproses hukum secara tegas, perintah bapak Kapolri,” tambahnya.

Sementata Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Naumi Supriyadi mengaku sangat senang dan mengapresiasi atas perintah cepat yang di lakukan Kapolri, sehingga kasus yang mencoreng korp kepolisian tersebut cepat tertangani, dan pelaku kini telah di periksa Propam Polda Sumbar.

“Terima kasih kepada Kapolri atas respon cepatnya memberi hukuman kepada oknum Perwira Muda tersebut. Sebagai aktivis anti kekerasan,” ujar Naumi Supriyadi.

Aktivis yang biasa disapa Bunda Naumi ini berharap jangan sampai masyarakat Indonesia khususnya anak – anak dan remaja meniru tindakan tersebut.

“Jaman semakin maju, di era now kekerasan dalam tindakan disipliner Polri sudah tidak berlaku lagi, bukan jamannya. Apalagi sampai anarkis,
artinya di luar batas kewajaran manusia,” tutur Bunda Naumi.

Bunda Naumi juga meminta untuk menghentikan arogansi di tubuh Polri, seorang perwiral (Senior) yang rendah hati justru memungkinkan anggota (Yunior) bertambah segan.

“Karena tindakan cepat tanpa arogansi tanpa anarkisme akan jauh lebih mengena di hati anggota,” terang Bunda Naumi.

“Terima kasih Bapak Kapolri, semoga Hukum tetap dapat di tegakan dengan baik dan Benar,” pungkasnya.

Reporter : Trisula
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *