Ratusan Tenaga Medis dan 16 ODP di Kota Bogor Jalani Rapid Test Covid-19

oleh
Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim (tengah) saat pelaksanaan Rapid Test Covid-19.

BOGOR, Jumat (27/03/2020) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memulai melakukan rapid test massal Coronavirus atau Covid-19, Kamis (26/03/2020) siang. Tercatat, ada sebanyak 800 rapid test kit yang diperoleh dari pemerintah pusat.

Tes yang menggunakan metode mengambil sampel darah tersebut diawali kategori Orang Dengan Risiko (ODR) atau untuk petugas medis/non medis (gugus tugas) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pelaksanaan rapid test hari ini dilakukan di GOR Pajajaran, namun metodenya bukan seperti yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Barat secara drive thru, tetapi dilaksanakan secara konvensional dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Hari ini dari siang sampai sore kita alokasikan 50 orang di GOR Pajajaran dan 100 orang di RSUD Kota Bogor. 100 orang ini ditujukan kriteria ODR dan sebagian besar petugas medis dan beberapa petugas non medis. Sedangkan 50 orang di GOR Pajajaran, termasuk 16 orang anggota HIPMI yang ODP setelah mengikuti acara di Karawang,” katanya saat video conference di Rumah Dinas Wali Kota Bogor.

Tercatat, data ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Bogor, Kamis (26/03) hingga pukul 14.00 WIB. ODP berjumlah 567 orang (selesai 31 orang dan Dalam Pemantauan 536 orang).

Sementara, PDP berjumlah 33 orang (selesai 6 orang, Dalam Pengawasan Rumah Sakit 22 orang dan Meninggal 5 orang).

“Saat ini ada 5 orang yang meninggal dunia, tapi 5 orang tersebut merupakan PDP dan saat ini masih menunggu Hasil Lab Swab dari Litbangkes Kementerian Kesehatan RI,” kata Dedie.

Kemudian terkonfirmasi Positif Covid-19 berjumlah 7 orang (selesai 0 orang, Dalam Pengawasan Rumah Sakit 6 orang dan Meninggal 1 orang).

Dia menegaskan, tidak menginginkan ada data yang ditutup-tutupi dan menginginkan semuanya terbuka, namun saat ini diperlukan kecepatan penanganan, apalagi ODP datanya terus bertambah secara drastis.

Dedie menjelaskan, pihaknya telah membagi beberapa klaster, seperti klaster Sempur, Babakan Madang, BNR. Kalau yang positif Covid-19 di Kota Bogor ada di klaster BNR dan Turki.

“Ada kabar baru klaster Sempur ada 6 orang dan semuanya dinyatakan negatif. Klaster Sentul 2 orang dinyatakan negatif, klaster Katulampa 12 orang dinyatakan negatif. Ini data sementara dan masih menunggu hasil ODP yang lain dan terakhir hari ini ada 16 orang dari HIPMI yang di rapid test semuanya negatif. Jadi, ada beberapa yang belum keluar hasil tesnya,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut dia menginformasikan sudah mendistribusikan APD (Alat Pelindung Diri) sebanyak 1.560 pcs ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinkes diminta untuk segera mendistribusikan kepada rumah sakit dan pihak-pihaknya yang langsung menangani medis.

“1.500 APD berasal dari Pangdam III Siliwangi. Selain itu ada 90 liter dan 100 botol hand sanitizer, masker N95, sarung tangan dan APD lainnya,” kata Dedie.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Irwan Riyanto mengemukakan, yang menjadi prioritas rapid test adalah kriteria PDP, ODP dan ODR, termasuk tenaga medis.

“Apakah rapid test kit akan ditambah, kita masih menunggu dari provinsi, karena kita menginginkan ditambah. Besok akan dilakukan rapid test di RSUD Kota Bogor,” katanya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *