Keuchik Pante Perak Susoh Dimosi Warga

oleh -57 views
Sejumlah warga desa pante perak susoh saat beraudiensi ke DPRK Abdya.

ACEH-ABDYA, Selasa (27/3/2018) suaraindonesia-news.com – Sejumlah warga gampong Pante Perak Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyampaikan mosi tidak percaya dihadapan anggota DPRK setempat. Selain menyampaikan mosi tidak percaya, warga juga mendesak keuchik setempat dicopot.

“Kami menilai keuchik Pantai Perak, tidak transparan dalam mengelola uang, dan sangat bertentangan dengan visi-misi beliau dulu, hal ini sudah kami sampaikan ke Camat, tapi tidak respon sebagaimana mestinya,” kata Sabirin mantan tuha peut kepada awak media.

Persoalan anggaran yang tidak transparan, kata Sabirin adalah, pengelolaan BUMG, PKK dan anggaran PHBI yang dinilai telah dimanipulasi oleh keuchik gampong setempat.

“Juga kita menduga ada pemalsuan tandatangan. Seperti contoh uang untuk penceramah yang hanya diberikan Rp400 ribu sedangkan dalam faktor berjumlah Rp1,1 juta,” tegasnya.

Sabirin juga menyebutkan, masyarakat banyak yang mengeluh dalam hal surat menyurat, kurang menghadiri dalam acara nikah kawin di masyarakat, sering mengganti perangkat gampong tanpa musyawarah.

“Yang lebih parahnya, 90 persen tidak mampu menjalankan visi dan misinya, tidak pernah bergotong royong dan tidak mampu memberikan arahan dan bimbingan  terhadap warga yang mengakibatkan masyarakat terkotak-kotak,” papar Sabirin.

Senada dengan Sabirin, Dasril ketua pemuda juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Dedi Suherman anggota DPRK Abdya bersama anggota DPRK lainnya seperti Iskandar, Julinardi dan Zul Irfan berjanji akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah. “Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik,” imbuh Dedi Suherman.

Baca Juga: Jelang UNBK, SMP Negeri 1 Blangpidie Gelar Simulasi 

Terpisah, keuchik Pante Perak Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Nasri Aziz membantah terkait dengan mosi tidak percaya yang dilakukan oleh sejumlah warganya dihadapan anggota DPRK Abdya. Menurutnya, itu hal beberapa warga saja.

“Itu hal mereka, yang penting kita tetap bekerja untuk rakyat, sejak dilantik pada tahun 2015 hingga saat ini, kita selalu bersama-sama dengan masyarakat,” sebut Nasri Aziz menjawab awak media ini.

Lebih lanjut disebutkannya, dirinya secara pribadi tidak berniat menyalahi anggaran gampong.

“Semua realisasinya tertera di papan informasi dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Aziz.

Terkait dengan tudingan tidak transparan dan memanupulasi anggaran, Aziz dengan tegas mengatakan itu tidak benar.

“Itu salah, tidak benar. Apalagi katanya melakukan pergantian aparatur gampong tanpa musyawarah, itu jelas keliru, kita punya bukti notulen rapat,” singkat Aziz.

Reporter : Nazli MD
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *