Kepala DPMPTSP Pati Tepis Tudingan Pungli Perijinan Tempat Karaoke

oleh -26 views
Foto: Kepala DPMPTS Kabupaten Pati, Riyoso, saat 'menghadapi' aksi demo yang digelar Germap.

PATI, Rabu (10/07) suaraindonesia-news.com – Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati, Riyoso, menepis tudingan terjadinya pungutan liar (pungli) atas perijinan tempat karaoke, khususnya yang berada di komplek eks stasiun kereta api Puri – Kecamatan Pati.

Penegasan itu disampaikan Riyoso menanggapi aksi demo oleh Gerakan Masyarakat Anti Pungli (Germap) yang berlangsung Selasa (09/07) sore, yang dijadwalkan hingga Kamis (11/07), di depan kantor setempat, Jalan Tondonegoro – Alun- alun Kota Pati.

Baca Juga: Terima Kunjungan Duta Besar Norwegia, Menteri AHY Pastikan Kemudahan Investasi Melalui Kepastian Hukum atas Tanah di Indonesia

“Perijinan tempat karaoke yang ada dibekas stasiun itu, sudah terbit sejak 2006 dan 2008 lalu. Saya belum menjabat saat itu. Maka, kalau ada pungli, itu oleh siapa dan kepada siapa”, ungkap Riyoso.

Pihaknya menilai, aksi demo itu sebagai ‘framing’ seolah- olah ada masalah besar di DPMTSP Pati, sebagaimana tudingan yang disampaikan Germap melalui koordinator aksi, Yayak Gundul saat orasi. Ditambah adanya tulisan- tulisan yang dibawa puluhan pendemo bernada kecaman, antara lain Pj Bupati Pati Kurang Tegas, Pecat Riyoso, Pecat Sugiono, Karaoke Dekat Sekolahan Meresahkan dan lain- lain.

“Kalau ingin mengetahui perijinan tempat karaoke, saya persilahkan masuk ruangan. Kita buka bersama datanya. Ternyata mereka (pendemo) tidak bersedia untuk audiensi”, tambahnya.

Riyoso juga menyesalkan aksi tersebut, yang dikhawatirkan bisa berdampak pada iklim investasi di Kabupaten Pati.

Sementara itu, Germap dalam tuntutannya meminta tempat karaoke itu ditutup, dengan alasan karena berjarak dekat dengan permukiman dan sekolahan, serta dugaan tidak memiliki ijin pendirian bangunan.

Reporter : Usman
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan