BeritaNewsPemerintahanPendidikan

Kelulusan SMP di Pamekasan Capai 100 Persen, Disdikbud Tegaskan Larangan Wisuda dan Pesta Berlebihan

×

Kelulusan SMP di Pamekasan Capai 100 Persen, Disdikbud Tegaskan Larangan Wisuda dan Pesta Berlebihan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260605 191750
Foto: Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Ridwan.

PAMEKASAN, Jumat (05/06) suaraindonesia-news.com – Seluruh siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pamekasan dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2025/2026. Tingkat kelulusan tercatat mencapai 100 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Ridwan, menjelaskan bahwa kriteria kelulusan tahun ini ditetapkan dengan mempertimbangkan aspek akademik dan karakter siswa.

“Syaratnya sederhana, nilai minimal 85 persen dan tidak ada nilai karakter C. Kalau ada C, siswa bisa diusulkan tidak lulus,” ujarnya.

Menurut Ridwan, penetapan batas minimal nilai 85 persen serta penilaian karakter bertujuan menjaga kualitas lulusan tanpa memberikan beban berlebihan kepada peserta didik. Selain kemampuan akademik, sikap dan perilaku siswa juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian.

“Kami tidak ingin kelulusan hanya dilihat dari angka. Sikap dan perilaku juga jadi bagian penting yang dinilai,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan acara perpisahan sekolah, Ridwan menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang kegiatan pelepasan siswa. Namun, pelaksanaannya harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak memberatkan orang tua atau wali murid.

Ia menegaskan bahwa sekolah tidak diperkenankan menggelar kegiatan yang dikemas dalam bentuk wisuda sebagaimana diatur dalam edaran Kementerian Pendidikan.

“Bukan berarti tidak boleh perpisahan. Edaran Kemendikbud jelas, perpisahan boleh asalkan dua hal terpenuhi, yaitu tidak memberatkan orang tua dan bukan berbentuk wisuda,” katanya.

Ridwan menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan kegiatan pelepasan siswa di berbagai SMP di Kabupaten Pamekasan berlangsung tertib dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat.

Menurutnya, sebagian besar kegiatan perpisahan diselenggarakan oleh komite sekolah bersama orang tua siswa, sehingga tidak membebani pihak sekolah maupun keluarga peserta didik.

“Dengan pola ini, momen kelulusan bisa berlangsung khidmat, aman, dan tidak memberatkan biaya keluarga,” pungkasnya.

Reporter: May
Editor: Qonita
Publisher: Eka

Tinggalkan Balasan

2

2