Jadi Pembina Peringatan Hardiknas 2019, Setdakab Abdya Bacakan Sambutan Tertulis Mendikbud RI

oleh -110 views
 Amrizal, S.Sos, Asisten pemerintahan Setdakab Abdya saat menjadi pembina upacara Hardiknas di halaman kantor Bupati setempat. Kamis (2/5/2019).

ACEH ABDYA, Kamis (2/4/2019) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui dinas pendidikan dan kebudayaan menggelar peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) tahun 2019 di halaman kantor Bupati setempat. Kamis (2/4).

Bertindak sebagai pembina upacara, Asisten pemerintahan Setdakab Amrizal, S. Sos, sedangkan komandan Said Alwi kepala SDN 7 Jeumpa.

Amrizal, selaku pembina upacara membacakan sambutan tertulis Menteri pendidikan dan kebudayaan RI, Muhadjir Effendy menyebutkan, Hardiknas 2019 ini mengambil tema “Menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan”, maka sesuai tema tersebut mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan.

“Sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara,” katanya.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, Bab I, Pasal 1 ayat 2, disebutkan bahwa pendidikan nasional merupakan pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional.

Disinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan, di samping itu disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional.

Atas dasar pikiran itu, kata dia, pada Hari Pendidikan Nasional 2019 ini, pemerintah berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan, menyatukan tekad untuk disertai niat yang ikhlas, serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan.

“Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuh kembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia,” terangnya.

Kemudian ia juga ia mengajak untuk bersyukur, karena bangsa Indonesia baru saja berhasil melewati tahap puncak perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, tanggal 17 April 2019 yang lalu. Kini prosesnya masih berlanjut menuju penentuan akhir tanggal 22 Mei 2019.

“Jika dilihat dari sudut pandang pendidikan, di dalam Pemilihan Umum harus terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara,” ujarnya.

“Proses belajar pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan,” imbuh Amrizal.

Perlu kita ketahui bersama sambung Amrizal, bahwa terbentuknya warga negara yang demokratis merupakan tujuan pendidikan nasional kita.

“Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 13: menyebutkan Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” bebernya.

Dalam momentum seperti ini tanggung jawab nasional kita dipertaruhkan. Tanggung jawab untuk selalu menjaga aset vital bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu semangat kerukunan, persaudaraan, dan persatuan.

Kemudian, dalam perspektif Kemendikbud pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.demikian papar singkatnya.

Acara itu dihadiri, Kadisdikbud H.jauhari, Dandim 0110, letkol Arm Iwan Aprianto, kasat Binmas Polres Abdya Iptu mardiansyah, kasi datun Handri, sekwan DPRK Salman,satpolpp/wh, SKPK, perhubungan serta puluhan pelajar sekolah dasar dan menengah Atas.

Reporter : Nazli.Md
Editor : Amin
Publisher : Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *