Hari ini, KPK Periksa Pejabat Pemkab Sidoarjo Sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi SaifulIlah

oleh -131 views
SaifulIlah Bupati Sidoarjo yang berstatus tersangka pelaku tindak pidana korupsi terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, menjadi penghuni sementara rutan cabang KPK.

SURABAYA, Senin (27/1/2020) suaraindonesia-news.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang melibatkan SaifulIlah Bupati Sidoarjo bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam prosesnya, hari ini, Senin (27/1/2020), KPK telah pemeriksaan seorang pegawai negeri sipil bernama Yanuar Santosa.

Yanuar yang diketahui menjabat Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo, akan dimintai keterangannya sebagai saksi penyidikan Ibnu Ghopur.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Saiful Ilah Bupati Sidoarjo sebagai tersangka penerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Antara lain Proyek Pembangunan Wisma Atlet, Proyek pembangunan Pasar Porong, Proyek Jalan Candi-Prasung, dan Proyek Peningkatkan Saluran Air (Avfoer) di Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran.

KPK juga menetapkan Sunarti Setyaningsih Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Judi Tetrahastoto Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, serta Sanadjihitu Sangadji Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi kontraktor swasta ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sidoarjo, hari Selasa (7/1/2020), Tim KPK menemukan barang bukti dugaan korupsi berupa uang tunai sebanyak Rp1,8 miliar.

Untuk kepentingan pemeriksaan, KPK langsung melakukan penahanan sementara terhadap keenam orang tersangka di Rumah Tahanan Cabang KPK.

Sementara itu, ketua Lembaga pemerhati pemerintah / LSM Perkasa DPD Jatim T. Nababan
atau biasa disapa Togi angkat bicara. Berdasakan hasil penelusuran LSM Perkasa bahwa di Kabupaten Sidoarjo, Banyak permainan oknum-oknum mafia pengadaan barang dan jasa di ULP (Unit Lelang Pengadaan)/LPSE/BLP dan Dinas. Hal tersebut sudah menjadi hal yang umum. Khususnya oknum-oknum mafia baik rekanan, maupun oknum pejabat.

“Banyak proyek-proyek di Pemkab Sidoarjo itu. Saya menduga semua sudah di atur, di bagi-bagi. dan tidak beres, tidak sesuai spek dan amburadul,” katanya kepada suaraindonesia-news.com di halaman Kejati Jawa Timur, Surabaya.

Ia berharap dengan adanya OTT ini akan terbuka lebar siapa saja yang menikmati uang haram tersebut serta menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Saya berharap, dengan adanya OTT yang telah dilakukan KPK beberapa waktu yang lalu, Bisa membuka siapa sajakah yang telah terlibat didalamnya. Agar bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak main-main dengan uang negara,” pungkas pria asal Medan itu.

Reporter : Agus Dwi Cahyono.
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *