Gagal Maju di Pilkada Balikpapan, AHB : Berjuang Untuk Kepentingan Masyarakat Tidak Harus Jadi Walikota

oleh -1.398 views
Konferensi Pers yang digelar di Posko AHB bersama Partai Koalisi di Komplek Perumahan BDS II, Balikpapan Selatan, Selasa (15/9/2020).

BALIKPAPAN, Rabu (16/9/2020) suaraindonesia-news.com – Setelah gagal maju dalam kontestasi Pilkada Balikpapan yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, Ahmad Basir (AHB) memilih akan mengabdikan dirinya kepada masyarakat dengan cara yang lain melaui program yang telah dijalankan selama ini dalam kegiatan sosial.

AHB gagal menjadi salah satu kandidat calon Walikota dalam kontestasi Pilkada Kota Balikpapan setelah tidak bisa memenuhi syarat dukungan Partai Politik hingga masa perpanjangan pendaftaran yang dibuka oleh KPU Balikpapan pada 11 – 13 September 2020 lalu, hingga ditutup pada pukul 24:00 Wita.

Pada hal, AHB sebelumnya telah mengantongi dukungan sebanyak 10 kursi di parlemen dari lima Partai Politik yakni Partai Nasdem (3 kursi), Hanura (2 kursi), PKB (1 kursi), PPP (3 kursi), Perindo (1 kursi), dan satu Partai non parlemen yakni Partai PSI.

Dengan dukungan 10 kursi tersebut, AHB dipastikan maju sebagai calon di Pilkada Balikpapan. Tapi, semua itu tidak berjalan mulus, arah angin politik yang cukup kencang mematahkan niat AHB untuk menjadi calon Walikota Balikpapan. Tiga Partai Politik yakni PPP, PKB, dan Perindo yang sebelumnya telah di anggap komitmen untuk berkoalisi mengusung AHB ternyata berbalik arah mendukung pasangan calon lain.

AHB yang juga sebagai Bendahara DPD Partai Nasdem ini mengatakan, sejak awal dirinya masuk dalam proses untuk menuju kontestasi Pilkada Kota Balikpapan tahun 2020, di awali dengan niat ingin mengabdi dan berbuat untuk Balikpapan.

Hal tersebut mendapatkan support dari Ketua DPD Partai Nasdem Kota Balikpapan H. Rizal Effendy. Dan akhirnya sampai pada tahap dimana ada beberapa Partai Politik yang siap berkomitmen untuk mendukung dirinya sebagai bakal calon Walikota Balikpapan.

“Dari syarat pencalonan alhamdulillah sebenarnya sudah mencukupi, ada 10 kursi yang dari awal sudah siap berkomitmen untuk mengusung saya selaku calon Walikota Balikpapan. Hal itu sudah tertuang dalam komitmen bersama mulai dari tingkat Kota, tapi inilah proses politik ternyata di akhirnya pada saat pendaftaran ada sebagian Partai Politik yang meninggalkan komitmen koalisi. Yakni Partai PPP, Perindo, dan PKB,” kata AHB didampingi Ketua DPD Partai Nasdem Balikpapan H. Rizal Effendy, Ketua DPD Partai Hanura Sarifuddin Oddang, dan Perwakilan Partai PSI saat melakukan Konferensi Pers di Posko AHB di Komplek Perumahan BDS II, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, Selasa (15/9/2020).

Di ungkapkannya, pihaknya tidak mempersoalkan perpindahan arah dukungan tiga Partai Politik tersebut ke pasangan calon (Paslon) lain. Menurutnya, itulah proses/dinamika politik

“Hal tersebut sebagai pembelajaran bagi saya untuk berjuang kedepan, karena sesungguhnya berjuang bukan hanya sekedar kapan kita memperjuangkan hak-hak orang banyak, dan kapan kita berjuang untuk kepentingan diri sendiri dan masyarakat. Tapi pada intinya adalah niat saya ingin mengabdikan diri saya untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat Balikpapan,” ujar AHB.

“Saya atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai PSI berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Balikpapan, karena sudah memberi kesempatan kepada kami untuk mengikuti di dalam tahapan kontestasi Pilkada di Kota Balikpapan walaupun belum bisa berhasil masuk ke gelanggang arena perjuangan,” ujarnya lagi.

Kendati demikian, AHB tetap merasa yakin dengan niat yang baik masih banyak peluang untuk berjuang di masa yang akan datang.

“Kita tidak boleh berhenti sebatas bagaimana berjuang untuk mendapatkan kekuasaan, tapi sesungguhnya perjuangan itu adalah bagaimana kita bisa menghadirkan kesejahteraan dan kebaikan untuk masyarakat Balikpapan. Demokrasi itu harus tetap dijalankan, Partai Politik adalah sebagai penggiatnya, tapi saat ini kita lihat di Kota Balikpapan ternyata Partai Politik tidak semuanya bergerak untuk menghidupkan demokrasi di Kota Balikpapan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata AHB, hanya bertahan dua yang memiliki kursi di parlemen yakni Partai Nasdem dan Partai Hanura dan Partai PSI yang non parlemen.

“Ini adalah semangat kita, saya juga menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh teman, sahabat, dan relawan AHB serta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mensukseskan Pilkada Kota Balikpapan,” imbuhnya.

AHB juga mengingatkan, agar masyarakat maupun relawan dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang untuk tidak golput, masyarakat diminta tetap datang ke TPS, karena konstitusi memberi ruang kepada masyarakat dalam pemilihan kepala daerah yang tentunya ada dua pilihan, ada pilihan yang nyata dan pilihan yang tidak nyata. Masyarakat diberikan keleluasaan penuh untuk memilih apa yang terbaik buat Balikpapan kedepan.

“Saya menyampaikan, karena ini adalah akhir dari proses perjuangan saya dalam politik untuk Pilkada Kota Balikpapan. Maka dalam kesempatan ini saya menyampaikan kepada sahabat, teman, dan tim AHB bahwa selesailah perjuangan kita sampai hari ini untuk kontestasi tahun 2020,” ujarnya.

Dia mengatakan, perjuangan kedepan masih panjang untuk berbuat yang terbaik kepada masyarakat dengan cara yang lain seperti berjuang dalam hal sosial untuk masyarakat banyak.

“Saya Berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak tidak harus menjadi walikota. Saya bukan bergerak kepada yang nyata, dan bukan pula bergerak kepada yang tidak nyata, tapi saya akan berpihak kepada kedua duanya. Yang mana yang terbaik untuk masyarakat maka itulah yang akan kita jalankan,” sebutnya.

“Seluruh tim relawan AHB nanti kita akan serahkan sepenuhnya kepada mereka untuk menentukan pilihannya, tapi untuk kegiatan-kegiatan sosial tetap akan dilakukan bersama. Tapi menyangkut soal di TPS saya serahkan sepenuhnya kepada mereka, itulah hak demokrasi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Balikpapan Rizal Effendy mengatakan hasil dari proses tahapan kontestasi untuk Pilkada di Kota Balikpapan sebagai Partai pengusung AHB secara resmi pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut kepada Ketua DPW Provinsi Kaltim H. Isran Noor dan DPP Partai Nasdem.

“Nanti kita akan sampaikan kepada DPW dan DPP bahwa kondisinya seperti ini, tentu kita tetap menghargai pelaksanaan pilkada dan pilihan kita serahkan kepada masyarakat. Partai Nasdem tetap berjuang, tetap kita sukseskan Pilkada Kota Balikapan dengan jiwa yang tegar. Soal pilhan itu haknya masyarakat, ada pasangan calon dan ada kolom kosong, kita serahkan semuanya kepada pilihan masyarakat,” ujar Rizal.

Untuk diketahui, kontestan Pilkada di Kota Balikpapan tahun 2020 bisa dipastikan hanya ada satu pasangan calon H. Rahmad Mas’ud – Thohari Aziz dengan dukungan 40 kursi dari 45 kursi parlemen.

Reporter : Fauzi
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *