Dul Siam: Petani Tak Bisa Tebus Pupuk Subsidi Jika Tak Tergabung di Poktan

oleh -373 views
Foto: Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dul Siam.

SUMENEP, Selasa (12/10/2021) suaraindonesia-news.com – Dul Siam, anggota DPRD Sumenep asal Sapeken angkat bicara terkait persoalan pupuk bersubsidi di Sumenep yang tak bisa diserap oleh semua petani.

Dul Siam menceritakan, pupuk bersubsi hanya bisa ditebus oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan).

Menurut politisi PKB ini, saat terjadi kelangkaan pupuk, pihaknya ingin membantu pemerintah.

“Untuk sosialisasi atau memfasilitasi masyarakat yang kesulitan dapat pupuk. Saya katakan ini saat diskusi pertama dengan media dan teman-teman asal kepulauan,” tutur Dul Siam, Senin (11/10/2021) malam.

Kelangkaan pupuk, tambahnya, bukan karena stok pupuk bersubsidi itu terbatas. Hal itu tidak benar. Stok pupuk Kabupaten Sumenep cukup secara umum.

Tapi kenapa ternyata kelangkaan pupuk terjadi di masyarakat? Dul Siam menyebut itu bukan karena stok tidak ada, tapi banyak masyarakat belum tergabung di poktan.

Sebab, kata Ketua Komisi III DPRD Sumenep ini, syarat petani bisa nebus pupuk bersubsidi di kios, harus jadi anggota poktan. Di Sumenep masih banyak petani belum tergabung di poktan.

“Kemudian dituangkan dalam RDKK. Kalau sudah masuk RDKK atau gabung di poktan, baru dapat jatah untuk beli atau nebus pupuk bersubsidi,” terang Dul Siam.

Kalau belum gabung poktan, meski memiliki lahan pertanian luas, lanjutnya, tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi.

“Saat itu (waktu diskusi, red) saya menyebut saya ini salah satu pemilik kios. Tahu bagaimana mikanisme pendistribusian dan penebusan pupuk. Itu awalnya saya ingin mengadvokasi masyarakat yang kesulitan pupuk,” tuturnya.

Pihaknya ingin mendesak pemerintah. Agar pemerintah hadir ke masyarakat. Diantaranya, memfasilitasi, membuat dan mensosialisasikan bagaimana petani bisa buat dan gabung di poktan.

“Bahkan saat diskusi itu saya ekstrim menyebut dalam konteks pupuk ini ada mafia. Nah, itu ungkapan saya pertama dalam diskusi terkait dengan kelangkaan pupuk,” ungkap Dul Siam.

Akhirnya, lanjut sekretaris DPC PKB Sumenep ini, di salah satu media online ditulis bahwa inisial D mengungkapkan ada indikasi mafia pupuk.

“Nah, itulah akhirnya dipelintir bahwa inisial D itu mafia pupuk. Bahkan D dimedia itu ditulis nama terang, yaitu Dulsiam. Ini saya keberatan. Nama saya tercemar. Saya hadir ingin bantu pemerintah. Kok dipelesetkan sebagai mafia pupuk,” pungkas Dul Siam dengan kalimat tanya.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *