exodus
BeritaNewsPemerintahan

DKPP Sumenep Imbau Petani Jaga Kualitas Tembakau Sejak Awal Musim Tanam 2026

×

DKPP Sumenep Imbau Petani Jaga Kualitas Tembakau Sejak Awal Musim Tanam 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260622 151051
Foto: Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid.

SUMENEP, Kamis (22/06) suaraindonesia-news.com – Memasuki musim tanam tembakau tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengimbau para petani untuk menjaga kualitas tanaman sejak awal proses budidaya. Langkah tersebut dinilai penting guna menghasilkan tembakau berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual kompetitif di pasaran.

Seiring mulai memasuki musim kemarau, sejumlah petani di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep dilaporkan telah memulai proses penyemaian benih tembakau sebagai persiapan musim tanam tahun ini.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan musim kemarau selalu menjadi momentum yang dinantikan oleh petani tembakau di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep yang dikenal memiliki varietas unggulan tembakau daun emas.

“Kalau di Madura, khususnya Sumenep, musim kemarau memang sudah ditunggu para petani karena kami memiliki varietas unggulan berupa tembakau daun emas,” ujarnya.

Meski demikian, Chainur mengingatkan agar petani tetap memperhatikan kondisi cuaca dan iklim sebelum memulai penanaman. Menurutnya, faktor cuaca memiliki pengaruh besar terhadap kualitas dan produktivitas hasil panen tembakau.

“Dalam pertanian, cuaca dan iklim menjadi faktor penting. Saat ini masih ada wilayah yang mendung, sehingga petani harus mempertimbangkan kondisi iklim sebelum menanam,” katanya.

Pria yang akrab disapa Inung itu berharap musim kemarau tahun ini dapat mendukung peningkatan kualitas tembakau Sumenep yang selama ini dikenal memiliki pasar yang luas dan bernilai ekonomi tinggi.

“Dengan musim kemarau yang mulai masuk, harapannya kualitas tembakau semakin baik karena potensi dan permintaan pasar terhadap tembakau Sumenep cukup besar,” ungkapnya.

Berdasarkan data DKPP Kabupaten Sumenep, luas lahan tembakau pada tahun 2024 mencapai sekitar 18 ribu hektare. Namun pada tahun 2025 luas tanam mengalami penurunan menjadi sekitar 14 ribu hektare.

Untuk musim tanam 2026, DKPP memperkirakan luas areal tanam tembakau berpotensi kembali meningkat karena masih tersedianya lahan yang cukup luas, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lagi karena potensi lahan cukup banyak, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal,” ujarnya.

Selain itu, hasil koordinasi dengan para penyuluh pertanian menunjukkan bahwa sebagian petani di sejumlah wilayah telah mulai melakukan penyemaian benih tembakau.

“Kami mendapat laporan dari penyuluh bahwa sudah ada masyarakat yang mulai melakukan penyemaian benih tembakau,” katanya.

DKPP Sumenep berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal sehingga dapat mendukung proses budidaya tembakau secara optimal. Dengan kondisi cuaca yang mendukung, diharapkan kualitas hasil panen meningkat dan harga jual tembakau mampu memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

“Harapan kami kualitas tembakau bagus, harganya juga bagus, dan cuaca tetap bersahabat sehingga tidak memengaruhi kualitas tembakau saat panen nanti,” pungkas Chainur.