Ditemui Forkopimda, PKL Kota Probolinggo Gagal Menggelar Aksi Konvoi Turun Kejalan

oleh -65 views
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin bersama Forkopimda setempat saat mendatangi PKL di Sekretariat PPKL di Jalan MT Haryono, Rabu (28/7/2021). (Foto: Singgih/SI).

PROBOLINGGO, Rabu (28/7/2021) suaraindonesia-news.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Probolinggo gagal Menggelar aksi konvoi demo turun ke jalan keliling kota, setelah Forkopimda setempat menemui para PKL di Sekretariat Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (PPKL) di Jln MT Haryono.

Setelah mendapat penjelasan dari Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, akhirnya PKL memahami aturan selama diberkakukan PPKM Darurat.

Sebelumnya PKL yang tergabung dalam PPKL ini berencana akan melalukan demo turun kejalan dengan cara konvoi keliling kota untuk menyampaikan tuntutan/aspirasinya kepada Wali Kota dan Forkopimda setempat.

Tuntutan tersebut mulai dari pemerataan bantuan, penyekatan disejumlah ruas jalan minta dibuka, pembagian alat alat prokes ke pedagang kecil, kelonggaran membuka lapak hingga jam 21.00 WIB, serta menghentikan pemadaman penerangan jalan umum.

Namun rencana aksi tersebut gagal setelah Forkopimda setempat (Wali Kota Probolinggo, Kapolres Probolinggo Kota, Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kepala Pengadilan Negeri) datang ke Sekretariat PPKL menemui para pedagang. Akhirnya mereka menyuarakan aspirasinya di Kantor Sekretariat PPKL di Jalan MT Haryono, Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Rabu (28/7) pagi.

Para pedagang pun memahami setelah mereka mendengar penjelasan dari Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Dalam pertemuan tersebut Pedagang Kaki Lima (PKL) diperbolehkan berjualan namun harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Munadi selaku Ketua Pedagang Kaki Lima kepada wali kota menyampaikan tuntutannya, pedagang hanya meminta agar supaya bisa kembali berjulan, penyekatan jalan dan penerangan lampu jalan dilonggarkan, karena menurutnya dampak dari PPKM sangat merugikan para pedagang.

Menyikapi tuntutan para pedagang tersebut wali kota menjawab, pedagang kaki lima tetap boleh berjualan, hanya saja ada pembatasan aturan dan harus menerapkan prokes.

Khusus untuk penerangan jalan umum (PJU) dan penyekatan jalan, Wali Kota mengatakan harus mengikuti aturan yang diatas. Diminta pedagang bisa memaklumi penyekatan. Karena penularan Covid-19 di kota Probolinggo masih sangat tinggi.

“Yang penting, seperti yang saya katakan tadi, bahwa hal – hal yang tidak dipahami silahkan informasikan kepada saya. Ketua PKL, Sekretaris PKL, semua sharing sama saya, apa masalahnya kita akan diskusikan bersama. Karena ini menjadi tantangan kita semua. Covid-19 ini bukan hanya di kota Probolinggo saja tapi ini diseluruh Indonesia belum berakhir,” ujar Wali Kota.

Lanjut walikota, mudah – mudahan pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga kita bisa beraktifitas kembali seperti semula.

“Saya pesan kepada para PKL untuk menjadi satgas juga dalam arti menerapkan prokes. Kalau ada pembeli sambil sambil mengingatkan sehingga kita bersama – sama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandas orang nomor satu di kota Probolinggo ini.

Hasil dari pertemuan tersebut, beberapa aturan PPKM level 4 para pedagang boleh membuka lapaknya sampai pukul 21.00 WIB dengan menerapkan prokes yang ketat, dan warung makan diijinkan pembeli makan ditempat dengan ketentuan waktu maksimal 20 menit.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *