PPKM Level 4 Diberlakukan, Ini Pesan Forkopimda Kota Probolinggo

oleh -41 views
Foto : Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin bersama Forkopimda pada Rapat Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Probolinggo periode Juli 2021 di Command Center, Rabu (28/7/2021) siang. (Foto: Singgih/SI).

PROBOLINGGO, Rabu (28/7/2021) suaraindonesia-news.com – Telah diketahui bersama bahwa dalam beberapa bulan terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tajam dan angka kematian cukup tinggi. Hal ini disebabkan perkembangan varian delta, yang menurut beberapa ahli lebih cepat menular.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin saat mengawali sambutannya pada Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Probolinggo periode Juli 2021 di Command Center. Rabu (28/7) siang.

Hadir dalam rapat secara virtual tersebut, Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Ketua Pengadilan Negeri Boedi Haryantho dan Kajari Hartono, Sekda drg Ninik Ira Wibawati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setiorini Sayekti serta diikuti Perangkat Daerah, kelurahan, instansi vertikal.

Disamping itu, lanjut Wali Kota dalam sambutannya, mobilitas masyarakat yang cukup tinggi juga turut memperparah situasi saat ini.

“Pemberlakukan PPKM Darurat dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021, kemudian pemerintah memutuskan melanjutkan PPKM Level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial,” tuturnya.

Dijelaskan dalam PPKM Level 4 adalah pertama, pasar rakyat yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diperbolehkan buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 50 persen sampai pukul 15.00 WIB.

Ketiga, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel, cucian kendaraan dan usaha-usaha kecil lainnya dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 WIB.

Keempat, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jalanan dan sejenisnya yang memiliki usaha di tempat terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 WIB dengan maksimal pengunjung makan di tempat berjumlah 25 persen dari kapasitas ruangan dan waktu makan masimal 20 menit.

Sementara itu, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo menyampaikan upaya penyelamatan masyarakat untuk menekan laju penyebaran Covid-19, dengan terus mensosialisasikan gerakan 5 M, menggencarkan giat vaksinasi, sosialisasi tentang penanganan pemulasaran jenazah Covid 19 hingga menangkis berita-berita hoaks tentang Covid-19.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM. Jauhari, dikatakannya pihaknya mengupayakan percepatan vaksinasi agar terbentuk herd immunity, kegiatan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment) yang harus dilakukan secara terus menerus, penyediaan pelayanan kesehatan juga pembagian baksos dan kegiatan sosial.

Sementara Kajari Kota Probolinggo Hartono mengajak seluruh warga Kota Probolinggo untuk melakukan sosialisasi dan edukasi di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Pengadilan Negeri Boedi Haryantho menambahkan, ia mendukung setiap penegakan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo terkait dengan penanganan Covid 19 sesuai dengan prosedur dan berkeadilan.

“Kami Pengadilan (Negeri) sebagai instansi di hilir akan siap selalu mendukung program pemerintah,” tandasnya.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *