BPN Aceh Timur Didesak Segera Selesaikan Pembayaran Tanah Warga

oleh -48 views
M. Nasir Keuchik Gampong Seuneubok Saboh Kecamatan Pante Bidari Kab Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Rabu (6/11/2019) suaraindonesia-news.com – M. Nasir, Keuchik Gampong Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mendesak Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur untuk segera selesaikan pembayaran pembebasan tanah warga.

Ada 37 masyarakat Senuebok Saboh yang terkena pembebasan lahan lintasan Pembangunan Irigasi Sayap Kanan dari bendung Langkahan Aceh Utara ke Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur.

Sementara pihak BPN telah mengukur tanah warga yang kena pembebasan sepanjang Gampong Seuneubok Saboh lebih kurang 2000 meter, dengan harga Rp. 27.000 per meter (lahan kosong, red), sejak bulan Februari 2019 lalu.

“Semua persyaratan telah dipenuhi oleh pemilik lahan sesuai permintaan pihak BPN, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari mereka, kapan akan di bayar,” tanya Nasir.

Lebih lanjut Keuchik berharap pihak BPN segara membayarnya, karena kata dia, masyarakat butuh uang untuk kebutuhan belanja sehari-hari, biaya pendidikan anak dan kebutuhan lainnya.

“Akibat tidak adanya kejelasan pembayaran lahan mereka, masyarakat datang kepada saya meminta pinjaman dulu menunggu di bayar tanahnya dari BPN,” tuturnya.

“Untuk satu dua orang sanggup lah kita bantu, tapi mereka ada 37 orang dari mana uang kita bantu,” kata Nasir kepada media Rabu (6/11), di Nayla Warkop Lhok Nibong.

Herannya kata dia, sebagian pemilik lahan di Desa lain sudah di bayar, apakah mereka orang berpengaruh, atau dekat dengan pihak dinas, masyarakat merasa tidak ada keadilan, kata Nasir meniru pertanyaan masyarakat.

Pembebasan tanah/lahan warga di Gampong Seuneubok Saboh untuk kelanjutan Proyek pembangunan Irigasi sayap kanan, merupakan salah satu program Nawacita Presiden Jokowi Dodo untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khusus nya di sektor pertanian.

Proyek APBN di bawah kementrian PUPR dengan pagu anggaran 225 Milyar yang di kerjakan rekanan pelaksana PT. Nahla Sempurna (KSO) dan PT. Selaras Mandiri Sejahtera dengan target penyelasain proyek irigasi tersebut selama 3 tahun sejak kontrak kerja tahun 2016, namun sampai saat ini baru terealisasi sepanjang 10 km, dari 42 km.

Keterlambatan penyelesaian proyek irigasi ini terkendala belum selesai nya pembebasan tanah warga, karena. Pihak BPN sangat lambat danndi nilai kurang serius dalam proses pembanyaran tanah/lahan warga.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *