Berantas Rokok Bodong, Pemkab Pamekasan Alokasikan Anggaran DBHCHT

oleh -27 views

PAMEKASAN, Senin (12/07/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengalokasikan 25 persen Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 untuk penegakan pemberantasan barang kena cukai ilegal di beberapa wilayah di bumi gerbang salam.

Sri Puja Astuti, Kabag Perekonomian Setdakab Pamekasan menyampaikan, kegiatan tersebut akan dilakukan oleh tim dengan melibatkan banyak pihak, antara Bea Cukai, TNI/Polri, Satpol PP dan Bagian Perekonomian.

“Tim yang sudah terbentuk ini akan bertindak langsung saat berada di lokasi yang ditentukan, Semua barang yang kena cukai ilegal akan langsung disita, yakni rokok ilegal,” kata Sri Puja Astuti, Senin (12/07/2021).

Tim penindak rokok ilegal tersebut akan langsung mendatangi lokasi yang sudah ditentukan oleh pihak bea cukai. Adapun informan sudah dipersiapkan dengan melibatkan setiap desa dan kelurahan.

“Operasi penindakan barang kena cukai ilegal ini belum ada pada tahun lalu karena sifatnya ini perdana demi tegaknya hukum,” tutur Sri Puja Astutik.

Kabag Perekonomian yang akrab di sapa Astuti itu menambahkan, teknis penindakan rokok bodong, tim turun ke lapangan bisa ke pasar, ke peredaran atau ke toko-toko, atau bisa tempat produksinya yang sudah ditentukan pihak Bea Cukai Madura.

“Lokasi itu sebenarnya sudah kami bina, sehingga terpaksa harus kami sita jika nanti ditemukan tetap beroperasi,” tambahnya.

Setelah dilakukan penindakan, nantinya masalah sanksi akan memarahkan ke pihak Bea Cukai Madura untuk di proses.

“Kalau misalnya data dari Bea Cukai ada 189 titik ya kita melaksanakan di jumlah itu yang akan dikunjungi. Banyak memang. Pamekasan itu terbanyak rokok ilegalnya di Madura. Jadi hampir seluruh kecamatan dan desa di wilayah Pamekasan ini ada rokok ilegalnya, baik itu tempat produksi maupun toko yang jual rokoknya,” tuturnya.

Kata Astutik, pihaknya hanya bertindak sebagai koordinator. Untuk kegiatan sidak pemberantasan itu direncanakan lebih dari seratus kali sesuai dengan jumlah desa yang ada di Pamekasan.

“Tiap Desa di Pamekasan Dilengkapi Pengawas untuk Berantas Rokok Ilegal,” tandasnya.(Adv).

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *