ACEH TIMUR, Minggu (19/7) suaraindonesia-news.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II, Irsan Sosiawan Gadeng, menyatakan siap membantu memfasilitasi proses rujukan pengobatan Hasanuddin, bocah berusia lima tahun asal Gampong Rambong Lop, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, yang menderita epilepsi disertai gangguan saraf.
Komitmen tersebut disampaikan melalui Ketua DPD Partai NasDem Aceh Timur, Tarmizi Taprang, saat mengunjungi kediaman keluarga Hasanuddin, Minggu (19/7/2026). Dalam kunjungan itu, Tarmizi didampingi Ketua Forum Keuchik Kecamatan Madat, Budiman.
Tarmizi mengatakan kunjungan tersebut dilakukan atas arahan Irsan Sosiawan setelah menerima informasi mengenai kesulitan yang dihadapi keluarga Munawir Saputra dalam membawa putranya menjalani pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
“Hari ini saya mengunjungi langsung rumah keluarga yang sakit untuk memastikan kendala yang dihadapi guna membawa rujukan ke Banda Aceh,” ujar Tarmizi Taprang, yang juga menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Timur.
Ia menjelaskan, Irsan Sosiawan bersama jajaran Partai NasDem berkomitmen membantu proses rujukan hingga kebutuhan pendampingan selama Hasanuddin menjalani pengobatan.
“Insya Allah, kami akan berupaya maksimal membantu memfasilitasi keberangkatan Munawir Saputra dan anaknya Hasanuddin ke Banda Aceh serta menanggung biaya pendampingan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Hasanuddin merupakan anak kembar Akbaruddin. Di usianya yang menginjak lima tahun, keduanya seharusnya mulai mengikuti pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, kondisi kesehatan Hasanuddin membuatnya belum dapat bersekolah bersama saudara kembarnya.
Ibunda Hasanuddin, Mawarni, mengatakan kondisi putranya mulai memburuk sekitar satu setengah tahun terakhir. Menurutnya, frekuensi kejang meningkat setelah banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
“Setiap hari kejangnya datang 10 sampai 20 kali. Tubuhnya menegang kaku, matanya melirik ke atas, lalu badannya lemas seketika,” ujar Mawarni.
Ia menambahkan, kondisi kesehatan anaknya kini semakin memprihatinkan.
“Sekarang matanya sudah kabur, bicara pun tak jelas lagi. Duduk tegak saja susah, apalagi berjalan seperti anak lain seumurnya,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Zubir Mahmud Idi Rayeuk, Hasanuddin didiagnosis menderita epilepsi yang disertai gangguan fungsi saraf dan kejiwaan. Pihak rumah sakit telah merekomendasikan agar Hasanuddin dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun hingga saat ini, keluarga belum dapat memenuhi anjuran tersebut karena keterbatasan ekonomi. Mawarni menjelaskan, suaminya, Munawir Saputra, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, sudah tidak lagi mampu bekerja setelah mengalami pembengkakan jantung dan paru-paru selama sekitar dua bulan terakhir.












