exodus
Berita UtamaKesehatanNasionalNewsPeristiwa

Buntut Keracunan 216 Siswa, BGN Copot Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Blora

×

Buntut Keracunan 216 Siswa, BGN Copot Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Blora

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 195154
FOTO: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, saat inspeksi di SPPG Sukorejo 2, Tunjungan, Blora.

BLORA, Jumat (11/9) suaraindonesia-news.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah setelah insiden dugaan keracunan yang dialami ratusan warga di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang diduga berkaitan dengan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan.

Wakil Kepala BGN, Trenggono, menyampaikan keputusan untuk mencopot kepala dapur SPPG Sukorejo 2 setelah melakukan inspeksi langsung ke lokasi pada Jumat (11/9/2026).

Menurut Trenggono, pencopotan tersebut dilakukan karena kepala dapur dinilai tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan dan tidak mematuhi standar operasional prosedur (SOP).

“Kepala dapurnya pun jelas kita copot ya karena dia juga tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Tidak patuh terhadap SOP itu harus kita copot,” tegas Trenggono.

Selain pencopotan kepala dapur, BGN juga menjatuhkan sanksi administratif berupa penghentian sementara operasional atau suspend terhadap dapur SPPG Sukorejo 2 selama 30 hari.

BGN juga membuka kemungkinan penghentian operasional secara permanen apabila fasilitas tersebut nantinya dinilai tidak memenuhi standar kesehatan dan gizi yang dipersyaratkan.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, jumlah warga yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG dari dapur tersebut bertambah dari sebelumnya 137 orang menjadi 216 orang.

Korban disebut didominasi kalangan pelajar, termasuk siswa SMAN 1 Tunjungan.

Sekretaris Satgas MBG Blora sekaligus Kepala Dinkesda Blora, Edy Widayat, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim gabungan untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan. Tim tersebut terdiri dari tenaga surveilans, ahli gizi, petugas kesehatan lingkungan, hingga tim laboratorium.

Petugas juga telah mengamankan sejumlah sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Tengah.

Sampel tersebut terdiri dari nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, serta rebusan brokoli dan jagung manis.

Di tengah proses penanganan dan pemeriksaan kasus tersebut, BGN menyampaikan bahwa sebagian besar korban telah pulih dan diperbolehkan meninggalkan fasilitas kesehatan. Saat ini, masih terdapat tiga orang yang menjalani pemantauan dalam proses pemulihan medis.

Langkah penanganan tersebut diharapkan menjadi evaluasi bagi pengelola dapur SPPG di berbagai daerah untuk terus memperhatikan aspek kebersihan, kualitas bahan makanan, serta kepatuhan terhadap SOP dalam pelaksanaan program MBG.

Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat yang menjadi penerima manfaat program.

Tinggalkan Balasan