exodus
BeritaNewsPemerintahanPendidikan

SKK Migas-KEI Dapat Apresiasi atas Dukungan Pengembangan Kompetensi Guru Pramuka di Kepulauan Sapeken

×

SKK Migas-KEI Dapat Apresiasi atas Dukungan Pengembangan Kompetensi Guru Pramuka di Kepulauan Sapeken

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 210423
Foto: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat memberikan penghargaan kepada SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) dalam kegiatan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (10/9/2026).

SUMENEP, Kamis (10/9) suaraindonesia-news.com – Dukungan SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) terhadap pengembangan kompetensi guru di wilayah operasinya, khususnya Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, terutama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep.

Apresiasi tersebut diberikan atas dukungan dan kontribusi SKK Migas-KEI dalam pengembangan pendidikan kepramukaan bagi guru di wilayah Pagerungan Besar dan sekitarnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim dalam kegiatan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (10/9/2026).

Ketua Kwarcab Pramuka Sumenep, Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa SKK Migas-KEI telah memberikan dukungan terhadap kegiatan Gerakan Pramuka melalui penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi para pembina Pramuka di Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken.

Menurut Wahyu, program tersebut turut menambah jumlah tenaga pembina Pramuka di Kabupaten Sumenep. Dengan bertambahnya tenaga pembina, upaya pengembangan Gerakan Pramuka di wilayah tersebut diharapkan dapat berjalan lebih maksimal.

Di samping itu, Wahyu menyebut kolaborasi yang dibangun SKK Migas-KEI menjadi salah satu bentuk keterlibatan industri migas dalam mendukung kegiatan kepramukaan di wilayah kepulauan.

“Ini adalah wujud kontribusi konkret SKK Migas-KEI kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Sapeken, dan satu-satunya Pengusaha migas yang menginisiasi KMD ini bagi guru di Kepulauan,” tegasnya.

Wahyu mengatakan, pihaknya berencana mendiskusikan kembali keberlanjutan program tersebut. Hal itu mengingat kebutuhan terhadap tenaga pembina Pramuka di Kabupaten Sumenep saat ini masih cukup tinggi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim turut menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas-KEI yang telah berpartisipasi dalam mendorong kemajuan Gerakan Pramuka, khususnya di wilayah Kepulauan Sapeken.

Imam Hasyim menilai, melalui partisipasi tersebut, SKK Migas-KEI sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Sumenep telah menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan.

“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KEI yang telah mendukung gerakan Pramuka di wilayah kepulauan Sapeken. InsyaAllah bermanfaat untuk para Guru di sana,” katanya.

Menurut Imam Hasyim, dukungan tersebut juga menunjukkan bahwa selain berkontribusi dalam pemberdayaan sosial kemasyarakatan, KEI turut berperan dalam mendukung kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep.

“Ke depannya, kami berharap KKKS yang beraktivitas di Sumenep, juga bisa ikut berkontribusi untuk Pramuka,” tuturnya.

Atas penghargaan tersebut, Iman Santoso selaku Vice President (VP) Human Capital and Support KEI menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkab Sumenep, Kwarcab Pramuka, serta para guru di sekitar wilayah operasi produksi.

Menurut Iman, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi KEI untuk terus merealisasikan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang tepat sasaran serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

“Kami bersyukur mas, dengan penghargaan ini menunjukkan bahwa aktivitas kami juga dipantau dan dirasakan langsung oleh para stakeholder. Semoga motivasi ini selalu beriringan dengan niat tulus kita bersama. Kami atas nama manajemen sangat berterima kasih atas supportnya kepada SKK Migas-KEI,” ungkap Iman.

Di tempat terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas pendidik di wilayah terluar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial industri hulu migas.

“Pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan memerlukan strategi khusus yang adaptif terhadap tantangan geografis. Dukungan SKK Migas dan KEI melalui penyelenggaraan KMD bagi guru-guru di Pagerungan Besar adalah komitmen nyata kami untuk memastikan pemerataan akses peningkatan kapasitas pendidik,” ungkap Anggono.

Ia menambahkan, industri hulu migas memiliki prinsip untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Karena itu, menurut Anggono, keberadaan operasional hulu migas di daerah juga diarahkan untuk terus memberikan kontribusi dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Salah satunya melalui pembentukan karakter para tenaga pendidik.

Sebagai informasi, KMD yang diselenggarakan Kwarcab Pramuka Sumenep bersama SKK Migas-KEI telah dilaksanakan di Pagerungan Besar pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tenaga pendidikan Gugus Depan (Gudep).

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus mendukung pengembangan kegiatan kepramukaan di wilayah Kepulauan Sapeken.

Tinggalkan Balasan