Air Sungai Tercemar dan Bau Gas, Kenyaman Hidup Warga Lingkar Tambang PT. Medco Kian Terusik

oleh -240 views
Foto: Ilustrasi

ACEH TIMUR, Selasa (11/11/2020) suaraindonesia-news.com – Setelah beberapa hari lalu dihebohkan issu dugaan pencemaran air alur Sungai, kini kembali dikabarkan terjadinya kebocoran gas pipa milik PT. Medco, kondisi ini tentu telah membuat kenyamanan masyarakat yang mendiami zona ekplorasi gas bumi yang dilakukan PT. Medco semakin cemas, tidak tertutup kemungkinan hal terburuk lainnya akan terjadi kedepan.

Pada hari Minggu 08/11 dan Senin 09/11/2020 masyarakat Kecamatan Indra Makmu yang terdiri dari Desa/ Gampong Alue Ie Itam dan Gampong Seuneubok Cina, serta Gampong Alue Siwah Kecamatan Nurusssalam, di hebohkan dengan bau tidak sedap di duga kuat berasal dari operasional PT. Medco, aroma bau yang tercium oleh masyarakat persis bau tidak sedap tahun lalu berasal dari perusahaan Medco, bahkan pada waktu itu sempat menurunkan tim peneliti pencemaran udara dari IPB Bogor.

Kepala Desa/ Keuchik Alue Ie Itam Salamu, mengatakan jika pihaknya mencium bau tidak sedap saat sedang bekerja di kebunnya.

“Akibat mencium aroma tidak sedap telah menimbulkan rasa mual karena takut, saya segera pulang dikhawatirkan akan mengalami pusing-pusing, hal serupa juga di alami warga lain nya seperti Ariwadi warga Alue Itam,” kata Kades.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Prapto warga Seuneubok Cina juga mencium aroma tersebut, juga di alami oleh beberapa petani pekebun lainnya yang berkerja di area kebun M3.

M. Irwandi tokoh masyarakat Makmue mendesak pihak Medco agar melaksanakan rekomendasi peneliti dari IPB Bogor tahun lalu, baik secara teknis maupun lingkungan sosial masyarakat serta melaksanakan sosialisasi emergency plan dan lainnya untuk menghindari hal serupa terulang kembali.

Selanjutnya Ustat Wandi sapaan akrab M.Irwandi juga mendesak instansi pemerintah terkait pemantauan lingkungan hidup untuk observasi dan audit pengelolaan lingkungan yg dilaksanakan oleh PT. Medco serta BPMA (Badan Pengelolaan Migas Aceh) segera melakukan pengawasan dan memberi tindakan atas keteledoran operasional PT. Medco E&P Malaka.

“Audit lingkungan sangat mendesak untuk dilakukan, dikarenakan peristiwa yang sama seperti yang terjadi tahun lalu, kini kambali terulang pada warga yang pada akhirnya menerima dampak dari lemahnya environmental management plan nya Medco,” tutur M. Irwandi kepada media ini. Senin (11/11).

“Bahkan kita mensinyalir rekomendasi dari tim IPB Bogor tersebut belum dijalankan oleh operator blok A Blang Nisam,” pungkas tokoh yang akarab disapa Ustat Wandi itu.

Sementara Pihak perusahaan mengaku berhasil menghentikan dengan cepat sumber bau gas yang sempat tercium warga sekitarnya yang diduga berasal dari kejadian upset operation di Central Processing Plant Blok A pada, Senin (09/11).

“Kejadian ini segera ditangani oleh tim operasi Perusahaan dengan mengambil langkah-langkah cepat dan aman sesuai Standard Operating Procedure (SOP),” kata VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Drajat Panjawi.

Menurutnya, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan aparat setempat dalam hal penanganan tindak lanjut atas kejadian ini. diantaranya, mengirimkan petugas ke lokasi kejadian, berkoordinasi dengan aparat dan warga setempat serta memberikan bantuan suplemen kepada warga yang membutuhkan.

“Perusahaan selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Perusahaan berterima kasih atas dukungan dari masyarakat dan semua pihak yang mendukung keberadaan Medco E&P, sehingga kejadiaan ini dapat cepat tertangani dengan baik dan hingga kini perusahaan telah menurunkan tim investigasi untuk mencari penyebab kejadian,“ ujar Drajat.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *