KOTA BATU, Rabu (4/7/2018) suaraindonesia-news.com – Partisipasi masyarakat kota Batu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang digelar, Rabu (27/6/2018) lalu ternyata kalah dengan partisipasi masyarakat dalam pemilihan walikota Batu dan wakil walikota Batu (Pilwali) tahun 2017.
Hal ini diungkapkan Saifudin Zuhri Komisioner Devisi Sosialisasi, pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi KPUKota Batu di acara rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat kota Batu dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018, di Kantor KPU kota Batu, Rabu (4/7/2018).
Menurutnya, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilgub hanya pada kisaran 75 persen sementara dalam Pilwali parsipasi masyarakat diatas 80 persen, Meski demikian partisipasi masyarakat dalam Pilgub boleh dibilang bagus ketimbang daerah-daerah lain, bahkan tahun ini selalu ada peningkatan disbanding tahun sebelumnya.
“Partisipasi Masyarakat dalam Pilgub di kota Batu tahun 2018 ada peningkatan, Pilgub 2008 putaran satu, partisipasi masyarakat 70, 14 persen sedang putaran dua 60,13 persen. Pilgub 2013 ada diangka 69,32 persen. Tetapi dalam Pilgub kali ini tahun 2018 ada diangka 75,6 persen, artinya ini sangat bagus” jelas Saifudin.
Rochani ketua KPU kota Batu menambahkan, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilgub 75 persen, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 143,229 pemilih, warga yang menggunakan hak pilihnya 112.915 suara, sementara suara yang tidak sah sebanyak 4.718 suara. Sedangkan suara sah sebanyak 108.197 suara.
Dalam Pilgub, kata Rochani di tiga kecamatan di kota Batu, pasangan nomor urut satu Khofifah Indar Parawasnsa dan Emil Elistianto dardak meperoleh suara 53.269 suara, sedangkan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jatim nomor urut dua memperoleh suara 54.928 suara.
Sementara Anggota Panwas kota Batu Abdul Rochim menyebut tingkat Partisipasi masyarakat Kota Batu dalam Pilgub dinilai sangat bagus ketimbang daerah lain di Jawa Timur. Ia juga mengatakan bahwa banyak Warga Jatim di kota Batu yang tidak menggunakan hak pilihnya.
“Kita lihat saja, sejak pukul 08,00 WIB pagi, tempat wisata sudah banyak dikunjungi wisatawan terutama warga asal Jawa Timur. Karena pemerintah memberlakukan bahwa hari coblosan adalah hari libur nasional, ini yang menjadi penyebabnya,” Kata Abdul Rochim.
Untuk itu ia mengusulkan, agar penyelenggara pemilu KPU, Panwas dan pihak-pihak terkait, demi meningkatkan partisipasi masyarakat, kiranya untuk ikut serta bertanggung jawab dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, management hotel dan pengelola wisata.
Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Imam












